Selasa, 12/12/2017 17:02 WIB

Presiden Lebanon Pastikan Hariri Tetap Perdana Menteri

Perdana Menteri Libanon Saad al-Hariri mengindikasikan akan menarik pengunduran dirinya minggu depan. Ia mengatakan bahwa hal tersebut positif.

Presiden Lebanon Michel Aoun bersama Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri saat menghadiri parade militer untuk merayakan ulang tahun ke-74 kemerdekaan Lebanon di pusat kota Beirut, Lebanon pada 22 November 2017 ( Reuters / Mohamed Azakir)

Roma - Pada Rabu (29/11), Perdana Menteri Libanon Saad al-Hariri mengindikasikan akan menarik pengunduran dirinya minggu depan. Ia mengatakan bahwa hal tersebut "positif" dan ia akan membatalkan keputusannya jika tetap demikian.

Hariri mengumumkan pengunduran dirinya dalam sebuah pernyataan di televisi saat dia berada di Arab Saudi pada 4 November, dan menunda keputusan tersebut setelah bertemu dengan Presiden Lebanon, Michel Naim Aoun pekan  lalu. Hariri meminta semua warga Lebanon berkomitmen untuk tidak melakukan konflik regional, merujuk pada kelompok Hizbullah, yang disebut Arab Saudi menebar perselisihan di dunia Arab.

"Hal-hal positif, seperti yang Anda dengar, dan jika terus berlanjut, kami akan mengumumkan, insyaallah, kepada Lebanon minggu depan dengan Presiden Michel Aoun dan Ketua Parlemen Nabih Berri, penarikan pengunduran diri tersebut," kata Hariri pada Rabu (29/11)

Pada hari yang sama, Aoun mengatakan Hariri akan tetap menjadi perdana menteri. Sementara, krisis politik Lebanon akan diselesaikan dalam beberapa hari mendatang.

"Kami baru saja selesai melakukan pembicaraan dengan semua kekuatan politik, di dalam dan di luar pemerintahan. Ada kesepakatan luas, "kata surat kabar La Stampa mengutipnya saat berkunjung ke Italia.

Aoun tidak menerima pengunduran diri Hariri di televisi. Ia menuduh Arab Saudi menahan Hariri di Riyadh dan memaksanya untuk mengundurkan diri. Hariri akhirnya kembali ke Beirut pada 22 November dan menunda pengunduran dirinya.

Pada Senin (27/11) ia mengatakan akan tetap sebagai perdana menteri jika sekutu Iran Lebanon, Hizbullah, menerima sebuah kebijakan untuk menghindari konflik regional.

Ditanya tentang permintaan tersebut, Aoun - sekutu Hizbullah - mengatakan, "Hizbullah telah berperang melawan Islamic State Iraq and Syria (ISIS) di Lebanon dan luar negeri. Tapi saat perang melawan terorisme selesai, pejuang mereka akan kembali ke negara tersebut," menurut La Stampa

Kelompok tersebut telah berjuang bersama pasukan Presiden Bashar al-Assad di Suriah melawan pemberontak yang berusaha mengusirnya, termasuk faksi-faksi yang didukung oleh Arab Saudi.

TAGS : Lebanon Arab Saudi Saad Hariri Iran




TERPOPULER :