Rabu, 05/08/2020 00:28 WIB

Tragis, Gadis Rohingya Jadi Budak Seks di Bangladesh

Bunga mengungkapkan, dia dijual oleh sesama pengungsi Rohingya. Bunga bahkan tidak mendapatkan sepeser uang pun dari tindak asusila tersebut.

Etnis Rohingya (Foto: Fred Dufour/AFP)

Yangoon - Nasib pilu mendera gadis-gadis Rohingya. Seolah tidak cukup diusir dari tanah kelahirannya di Myanmar, mereka malah menjadi budak seks di Bangladesh, tempat di mana ratusan ribu etnis Rohingya berlindung untuk sementara.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh BBC, beberapa perempuan Rohingya mengaku dijual kepada laki-laki belang. Bunga (17), salah satunya, disekap di dalam sebuah hotel dan diperlakukan layaknya budak.

"Mereka memberiku makan, dan aku bekerja. Pada malam hari, mereka memanggilku ke tempat tidur. Aku tidak mengenali mereka, karen awajah mereka tertutup topeng. Jika aku menangis, mereka memukulku," kata Bunga kepada BBC.

"Mereka mengancamku dengan sebilah pisau. Mereka juga mencekikku," lanjutnya.

Bunga mengungkapkan, dia dijual oleh sesama pengungsi Rohingya. Bunga bahkan tidak mendapatkan sepeser uang pun dari tindak asusila tersebut.

"Apa yang bisa aku lakukan? Kepada siapa aku harus melapor? Aku tidak punya siapapun di sini," tutur Bunga.

Gadis lainnya, Mawar (15) yang baru saja berhasil melarikan diri dari Myanmar juga mengalami pengalaman serupa. Untuk menumpangi perahu boat ke Bangladesh, Mawar harus membayarnya dengan memuaskan nafsu si empunya perahu. Tentu saja itu bukan kemauannya.

"Pemilik perahu mengambil perhiasanku, dan membantuku naik ke atas perahu. Ketika aku sudah berada di dalam perahu, dia memperkosaku. Aku katakan supaya jangan melakukan hal itu. Tapi dia bilang, `tidak, kau harus menuruti keinginanku, karena kau datang bersamaku`," ujarnya.

"Aku menangis selama dia menggauliku," katanya.

Pun ketika Mawar tiba di Bangladesh, beberapa wanita menawarinya tempat tinggal. Namun, lagi-lagi Mawar terjebak dalam sebuah perdagangan manusia. Dia dipaksa melayani beberapa laki-laki hidung belang setiap malam, tanpa dibayar.

"Wanita itu hanya memberiku obat, dan setelah aku meminum obat itu, rasa sakitku hilang," tuturnya.

Saat ini, gadis-gadis itu telah mendapatkan pertolongan dari beberapa LSM kemanusiaan setempat. Namun, dipastikan masih banyak gadis-gadis Rohingya yang terjebak dalam eksploitasi seksual itu.

TAGS : Rohingya Rakhine Myanmar Bangladesh




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :