Selasa, 12/12/2017 17:09 WIB

BI : Penabung di Atas Rp2 miliar Hanya Sekitar 239 Orang.

Para pemilik dana besar tersebut, rata-rata menyimpan dananya di deposito dan produk-produk perbankan lain yang menawarkan suku bunga tinggi.

Bank Indonesia

Jakarta - Bank Indonesia mencatat, saat ini terdapat 206 juta pemilik rekening di Indonesia. Dari jumlah tersebut, pemilik rekening dengan nilai di atas Rp2 miliar hanya sekitar 239 orang. Namun, dari 239 orang itu, dananya mencapai Rp2.867 triliun dari Rp5.013 triliun dana perbankan.

Hal itu disampaikan  Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara pada pelatihan wartawan daerah Ban Indonesia. Katanya, sekitar 55,8 persen pemilik rekening di perbankan adalah penabung besar yang memiliki dana rata-rata di atas Rp2 miliar.

Para pemilik dana besar tersebut, rata-rata menyimpan dananya di deposito dan produk-produk perbankan lain yang menawarkan suku bunga tinggi. Dan biasanya, para pemilik dana besar tersebut akan mempunyai hak tawar cukup tinggi terhadap perbankan. Bila suku bunga yang ditawarkan tidak menarik, para pemilik dana bisa mengalihkan dananya.

"Karena itu, perbankan mau tidak mau harus bisa memberikan penawaran menarik kepada 55,8 persen pemilik dana tersebut agar mereka tidak pindah, antara lain dengan mempertahankan suku bunga tinggi," katanya.

Kondisi tersebut, berbeda dibanding dengan nasabah dengan dana di bawah Rp2 miliar, yang biasanya menabung di tabungan biasa dan kurang memperdulikan dengan suku bunga.

Bila dana perbankan banyak dimiliki oleh penabung besar yang notabene sangat memperhatikan suku bunga, tambah Mirza, menjaga kondisi ekonomi makro tetap kondusif sangat penting untuk dilakukan.

Beberapa langkah untuk menjaga ekonomi makro tetap kondusif antara lain dengan menjaga inflasi tetap rendah secara terus menerus. Bila itetap terjaga dengan nilai rendah, nilai rupiah akan tetap stabil sehingga suku bank bank tetap terjaga dengan baik.

Inflasi bisa terjaga dengan baik bila harga kebutuhan pokok dan sektor riil lainnya juga terjaga dengan baik, terutama dengan pasokan barang dan jasa. "Alhamdulilah, sejak tiga tahun terakhir, inflasi kita tetap terjaga dengan angka cukup rendah, inflasi tinggi bisa mengganggu daya beli masyarakat," katanya.

Upaya lainnya, yaitu menjaga masuknya devisa, melalui ekspor, yang kini kembali bergeliat terutama sektor tambang batu bara dan karet. Walaupun kenaikannya belum pulih seperti pada 2010.

TAGS : Bank Indonesia Deposito Pebankan




TERPOPULER :