Rabu, 02/12/2020 19:31 WIB

Saad Hariri Kembali Tegaskan Kepulangannya ke Lebanon

Hariri mengatakan Alasan utama di balik pengunduran dirinya karena Iran dan Hizbullah menguasai negara Lebanon.

Poster Perdana Menteri Libanon Saad al-Hariri, yang telah mengundurkan diri dari jabatannya, terlihat di Beirut, Lebanon, 10 November 2017 (Reuters / Mohamed Azakir / File Photo)

Beirut - "Saya benar-benar melakukannya dengan sangat baik dan Saya akan segera kembali ke Lebanon yang dicintainya, seperti yang saya janjikan." Demikian ditegaskan kembali, Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri melaui akun Twitter miliknya terkait  kepulangannya ke Lebanon,

Hariri tinggal di Riyadh untuk hari ke 12 setelah pengumuman pengunduran dirinya menimbulkan banyak pertanyaan di Lebanon, walaupun Hariri bersikeras dalam wawancara yang disiarkan langsung pada Minggu (12/11) bahwa pengunduran dirinya menjadi kejutan positif. Hariri mengatakan Alasan utama di balik pengunduran dirinya karena Iran dan Hizbullah menguasai negara Lebanon.

"Kami hidup dalam situasi yang serupa dengan apa yang terjadi sebelum pembunuhan Rafiq Hariri pada tahun 2005, dan saya merasakan ada sesuatu yang direncanakan untuk menargetkan hidup saya," katanya.

Saudara laki-laki Hariri mendukung keputusan saudaranya untuk turun dari tuntutan dan tindakan Hizbullah yang semakin meningkat. Dalam pernyataan yang dirilis The Associated Press, ia menuduh Hizbullah berusaha mengendalikan Lebanon. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Arab Saudi atas beberapa dekade dukungan untuk institusi nasional Lebanon.

Meski begitu, Presiden Lebanon Michel Aoun mempertanyakaan keberadaan Hariri di Riyadh dan tidak kembali ke Lebanon. Ia menegaskan, Lebanon telah mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjamin kembalinya Perdana Menteri Hariri.

Aoun mengulangi bahwa ia menolak pengunduran diri Hariri selama PM Lebanon belum kembali ke Lebanon, sebab ia harus memenuhi tugas nasionalnya terhadap negaranya. Semua orang tahu, Hariri adalah orang yang sepenuhnya menanggung tanggung jawab nasionalnya dan biasanya ia tidak melakukan kesalahan seperti itu. 

Menteri Luar Negeri Lebanon, Gebran Bassil, kepala partai politik Aoun, mengatakan situasi saat ini tidak normal. Namun, Beirut menginginkan hubungan baik dengan Riyadh.

Berbicara di Italia, MBassil mengatakan: "Kami akan melanjutkan semua langkah karena masalah ini harus diselesaikan dengan cara persaudaraan melalui hubungan baik yang kami inginkan dengan kerajaan Arab Saudi."

Ia menambahkan, bagaimanapun, "Jika Arab Saudi memiliki masalah dengan Iran atau dengan Hizbullah, mereka harus menyelesaikannya dengan Iran, bukan dengan Lebanon dan tidak dengan semua orang Lebanon," demikian disampaikan Reuters, Kamis (15/11) waktu setempat.

TAGS : Arab Saudi Saad Hariri Michel Aoun




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :