Minggu, 06/12/2020 00:55 WIB

Pembunuh JFK, AS Sebut Oswald Tak Terkait dengan CIA

Komisi Warren, yang melakukan penyelidikan resmi atas pembunuhan 22 November 1963, menyimpulkan bahwa Oswald, mantan penembak jitu Korps Marinir, bertindak sendiri.

Lee Harvey Oswald, bukti tunggal pembunuhan John F Kennedy (JFK) (Foto: AP)

Washington - Tuduhan pembunuh John F Kennedy (JFK), Lee Harvey Oswald, terkait dengan Central Intelligence Agency (CIA) sama sekali tidak berdasar menurut berkas pemerintah Amerika Serikat yang dirilis pada Jumat (3/11) waktu setempat.

Sebuah memo CIA tertanggal 1975 mengatakan, pemeriksaan menyeluruh terhadap arsip pembunuhan JFK dari tahun 1970an membuktikan ketidakterkaitan CIA atau agen pemerintah Amerika Serikat lainnya.

Dokumen lain yang telah dideklasifikasi, tertanggal 24 November 1963, menunjukkan bahwa badan intelijen tersebut percaya Oswald berupaya melarikan diri ke Uni Soviet setelah menembak Kennedy.

Komisi Warren, yang melakukan penyelidikan resmi atas pembunuhan 22 November 1963, menyimpulkan bahwa Oswald, mantan penembak jitu Korps Marinir, bertindak sendiri.

Isu bahwa Oswald adalah bagian dari sebuah plot yang diatur oleh CIA dan anti-komunis yang berusaha mencegah penarikan Amerika Serikat dari Vietnam, adalah salah satu dari banyak teori konspirasi seputar pembunuhan JFK.

Salah satu pendukung teori CIA adalah Jim Garrison, jaksa wilayah New Orleans, yang meluncurkan penyelidikannya sendiri pada pertengahan 1960an

Sebelumnya, kumpulan dokumen terkait pembunuhan Presiden John F. Kennedy yang belum pernah dipublikasikan telah dirilis, sebagian besar telah diklasifikasikan oleh CIA.

Pelepasan 676 dokumen termasuk 553 catatan CIA yang sebelumnya ditolak secara keseluruhan. Catatan lainnya berasal dari departemen Kehakiman dan Pertahanan, Dewan Perwakilan Rakyat untuk Komite Pembunuhan dan Arsip Nasional.

Investigasi resmi Amerika Serikat, yang menyimpulkan, pembunuh Lee Harvey Oswald bertindak sendiri, melahirkan puluhan teori dan buku konspirasi dalam 54 tahun terakhir yang menyelidiki kerajinan mata-mata Perang Dingin, kontak mafia dengan intelijen Amerika Serikat dan pertemuan klandestin dengan petugas dari Kuba dan Uni Soviet.

Sebagian besar materi tersebut sebelumnya dipublikasikan, namun Presiden Donald Trump memerintahkan materi yang tersisa dilepaskan setelah meninjau usulan redaksi, terutama untuk melindungi identitas individu yang disebutkan. Hal itu sesuai dengan undang-undang Kongres tahun 1992 yang telah meminta agar semua dokumen yang relevan dikeluarkan pada 26 April 2018.

TAGS : Amerika Serikat JFK Lee Harvey Oswald




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :