Kamis, 23/11/2017 08:59 WIB

California Siapkan RUU Pemakaman Mayat Dicairkan

Adapun cara kerja aquamation yakni tubuh mayat dipanaskan dalam cairan alkali selama empat jam. Setelah berbentuk cairan yang sudah dinetralisasi.

Ilustrasi pemakaman

California – Teknik pemakaman di masa depan diprediksi tidak akan lagi menggunakan penguburan atau pembakaran (kremasi). Kedua teknik itu dianggap tidak ramah lingkungan dan menghabiskan terlalu banyak lahan.

Kini, sebuah teknologi baru bernama Aquamation yang dibuat oleh perusahaan Qico Inc, digadang-gadang akan menjadi teknik pemakaman di masa depan. Bukannya dikubur atau dibakar, mayat akan langsung dicairkan menggunakan formula khusus.

“Kami pikir ini adalah tren di masa depan. Sepuluh hingga 20 tahun lagi seluruhnya akan berbasis air, dan kremasi dengan pembakaran akan diganti,” ujar CEO Qico Jack Ingraham dikutip dari IBTimes.

Dua metode yang biasanya digunakan untuk pemakaman mayat adalah penguburan dan pembakaran. Penguburan memiliki kelemahan karena menghabiskan terlalu banyak lahan. Peti mati yang digunakan juga tidak mudah rusak, dan bahan kimia beracun yang keluar dari proses pembalseman bocor ke tanah.

Sementara pembakaran membutuhkan suhu di atas 1000 derajat celcius. Artinya mengonsumsi sejumlah besar energi yang berasal dari bahan bakar fosil, juga melepaskan bahan kimia berbahaya ke atmosfer.

Adapun cara kerja aquamation yakni tubuh mayat dipanaskan dalam cairan alkali selama empat jam. Setelah berbentuk cairan yang sudah dinetralisasi, larutan mayat ini akan dibuang ke dalam tanah. Sedangkan tulang belulang akan diserahkan kepada pihak keluarga.

Rancangan Undang-Undang (RUU) yang mengatur teknik aquamation sedang digodok di California. Negara itu baru akan menerapkan aquamation pada 2020 mendatang, dan Qico berharap teknologinya siap dipasarkan tepat pada waktunya.

TAGS : Aquamation Pemakaman Kremasi Kehidupan




TERPOPULER :