Selasa, 20/10/2020 04:07 WIB

Internasional

Beredar Poster yang Menyebut Trump "Anjing Gila"

Bereder di media sosial Korea Selatan selebaran propaganda yang diduga berasal dari Korea Utara menggambarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai

Seorang tentara Korea Utara lengkap dengan senapan di tangannya, menginjak kepala Trump hingga lidahnya terjuntai dari mulutnya (Foto: NK News/Reuters )

Seoul - Bereder di media sosial Korea Selatan selebaran propaganda yang diduga berasal dari Korea Utara menggambarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai "anjing gila" di Seoul tengah, termasuk di dekat Gedung Biru presiden.

"Kematian Trump tua gila!" terbaca pada satu poster, dengan seorang tentara Korea Utara lengkap dengan senapan di tangannya, menginjak kepala Trump hingga lidahnya terjuntai dari mulutnya. 

Poster lain menunjukkan Trump dengan tubuh anjing yang dipenggal menggunakan kapak. Darahnya berceceran di kapak di poster tersebut, dengan caption; "mari memenggal Trump anjing gila untuk masa depan dunia tanpa damai dan tanpa perang dan manusia!"

Memang bulan lalu, Trump, dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengancam menghancurkan Korea Utara jika diperlukan untuk membela diri dan sekutu mereka dan menyebut pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebagai manusia roket dalam sebuah misi bunuh diri.

"Saya cukup yakin itu berasal dari Korea Utara melalui balon, karena angin yang berlaku pada Oktober dari utara ke selatan dan kami  mendapatkan laporan warga lain yang menemukannya di seluruh Seoul," kata Chad O`Carroll, managing director NK News, sebuah layanan berlangganan berita berbasis di Seoul.

Salah satu poster propaganda lainnya menampilkan Trump berdiri di belakang sebuah podium dengan sebuah roket di mulutnya yang dilukis dengan kata-kata "menghancurkan Korea Utara secara total". Sekali lagi, Trump digambarkan sebagai anjing dengan wajah manusia dan caption "Trump anjing gila".

Pria yang mengenakan setelan dengan ekspresi terkejut di wajah mereka ditunjukkan di poster bertuliskan "Dia benar-benar gila" dan "Jika kita membiarkannya, akan ada perang".

Korea Utara, yang  melakukan serangkaian uji coba nuklir dan rudal yang bertentangan dengan sanksi PBB dan negara kaya yang demokratis, secara teknis masih berperang karena konflik 1950-53 mereka berakhir dengan sebuah gencatan senjata, bukan sebuah perjanjian damai, demikian dilansir Reuters, Selasa (17/10)

 

TAGS : Korea Utara Amerika Serikat Rudal




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :