Sabtu, 24/10/2020 12:22 WIB

Kemenpora Dukung Pemuda Kawal Implementasi SDGs

GILS 2017 yang diikuti oleh para perwakilan organisasi dan komunitas pemuda dengan menghadirkan para pembicara pemuda hebat, digelar 14-16 Oktober.  

Asisten Deputi Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda Kemenpora, Esa Sukmawijaya saat mewakili Menpora Imam Nahrawi menjadi Keynote Speaker Mega Conference Great Indonesian Leaders Summit (GILS) 2017 bertema Peran Pemuda Indonesia dalam Mewujudkan SDGS Tahun 2030 di Grand Palace Hotel, Malang, Jawa Timur, Sabtu (14/10).

Malang – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendukung upaya dan perlu untuk mengkondisikan dan meningkatkan koordinasi strategis lintas stakeholders dan organisasi atau komunitas pemuda agar secara sinergis dapat secara masif melakukan aksi bersama dalam mengawal implementasi SDGs (Sustainable Development Goals) tanpa melupakan kearifan budaya khas Indonesia.  Karena itu, Kemenpora mengapresiasi digelarnya Great Indonesian Leaders Summit (GILS) 2017 yang digagas komunitas Inovator Nusantara.

“Karena kegiatan ini memiliki aksi riil pemuda di masyarakat melalui youth engagement dalam melahirkan prototipe kegiatan yang inovatif, mandiri dan berkelanjutan khas anak muda,” kata Asisten Deputi Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda Kemenpora, Esa Sukmawijaya saat mewakili Menpora Imam Nahrawi menjadi Keynote Speaker Mega Conference Great Indonesian Leaders Summit (GILS) 2017 bertema Peran Pemuda Indonesia dalam Mewujudkan SDGS Tahun 2030 di Grand Palace Hotel, Malang, Jawa Timur, Sabtu (14/10).

Kemenpora, lanjut Esa, juga mendorong agar pejabat Dispora di seluruh Tanah Air, antara lain Jawa Timur yang Kadisporanya menghadiri acara ini, dapat merintis pilot project konkrit terhadap implementasi SDGs yang relevan dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional dan daerah (RPJMN/RPJMD).

Diketahui, SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, merupakan  17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi.  Tujuan ini dicanangkan bersama oleh negara-negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015 sebagai ambisi pembangunan bersama hingga tahun 2030.

SGDs merupakan kelanjutan dari Tujuan Pembangunan Milenium (MGDs) yang ditandatangani oleh pemimpin-pemimpin dari 189 negara sebagai Deklarasi Milenium di markas besar PBB pada tahun 2000 dan tidak berlaku lagi sejak akhir 2015. Agenda pembangunan berkelanjutan yang baru dibuat untuk menjawab tuntutan kepemimpinan dunia dalam mengatasi kemiskinan, kesenjangan, dan perubahan iklim dalam bentuk aksi nyata.

Komitmen global SDGs turut disiapkan konsepnya oleh Presiden RI kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono  bersama David Cameron (Inggris) dan Presiden Liberia, Sir John Earlaf sebagai anggota High Level Panel yang diamanahi PBB untuk merumuskan konsep pembangunan global pengganti MDGs.  Kini, Presiden Jokowi yang memimpin Kabinet Kerja bersama Pak Jusuf Kalla, mengusung agenda pembangunan Nawa Cita yang dikemas dalam RPJMN sejak tahun 2015-2019. Ternyata agenda pembangunan ini kompatibel dengan 17 tujuan yang termuat di dalam SDGs. “Indonesia disebut-sebut sebagai sedikit negara di dunia yang dengan cepat merespon SDGs sebagai salah satu rujukan dalam platform pembangunannya,” jelas Esa.

GILS 2017 yang diikuti oleh para perwakilan organisasi dan komunitas pemuda dengan menghadirkan para pembicara pemuda hebat, digelar 14-16 Oktober.  Komunitas Inovator Nusantara yang menggelar kegiatan ini, merupakan organisasi kempemudaan yang fokus menciptakan kolaborasi nyata untuk Indonesia, yang menyesuaikan dengan program-program yang ada di SDGs.

“Kebanyakan komunitas pemuda Indonesia hanya mementingkan eksistensi komunitasnya sendiri. Saya melihat di Malang misalnya, ada komunitas pemuda di bidang pendidikan yang begerak masing-masing. Tidak ada gerakan implusif dan massif. Melihat fenomena itu, kami pun berusaha untuk menciptakan gerakan kolaborasi terutama kalangan kawula untuk saling bekerjasama mengatasi masalah yang ada di Indonesia,” kata  Co-Founder Inovator Nusantara, Arrayan Firdaus, terkait kegiatan yang digelar.

Ia menjelaskan, ada alasan Inovator Nusantara fokus pada SDGs. Mengingat seluruh dunia telah berusaha siap fokus, maka pemuda Indonesia harus juga siap menjadi local leader yang berkepemimpinan sosial, berwasawasan lingkungan dan sebagainya. Lewat kegiatan ini, Inovator Nusantara hendak membuat program yang fokus dalam memberikan informasi SDGs dan berusaha menciptakan protitipe baru terkait SDGs agar Indonesia lebih baik ke depannya.

TAGS : SDGs Pemuda Indonesia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :