Sabtu, 24/10/2020 12:24 WIB

Internasional

Korsel Produksi Bom Grafit

Media Korea Selatan mengatakan Pemerintah Korea Selatan mengembangkan sebuah teknologi yang mampu melumpuhkan sistem pertahanan Korea Utara

Militer Korea Selatan melepas tembakan peringatan ke Korea Utara

Moskow - Media Korea Selatan mengabarkan, Pemerintah Korea Selatan mengembangkan sebuah teknologi untuk memproduksi bom grafit yang mampu melumpuhkan pasokan listrik Korea Utara jika terjadi konflik militer.

Menurut harian Yonhap, teknologi tersebut dikembangkan oleh Agency for Defense Development dalam kerangka sistem serangan preemptive Kill Chain di negara tersebut.

Bom grafit adalah amunisi non-mematikan yang digunakan untuk menonaktifkan jaringan daya musuh. Teknologi tersebut berfokus hanya pada penargetan sistem tenaga listrik dengan menyebarkan filamen grafit karbon melalui fasilitas listrik yang mengganggu aktivitas sistem tenaga listrik. Meksi begitu, bom tersebut belum efektif terhadap kabel listrik terisolasi, dan juga dapat diatasi hanya dengan mematikan kotak sampai awan karbon mengendap.

Senjata tersebut telah dikembangkan oleh Badan Pengembangan Pertahanan Korea Selatan sebagai bagian dari apa yang disebut program "Bantai Rantai" sebuah doktrin pemogokan pre-emptive melawan Korea Utara.

Hulu ledak grafit cluster dipasang pada rudal jelajah Tomahawk selama Perang Teluk 1990, merampas Irak dari 85 persen pasokan listriknya, menurut pemikir Keamanan Global. Sebuah varian terjun bebas dari amunisi, bom cluster grafit BLU-114 / B, digunakan pada 1999 selama serangan NATO di Serbia.

Bom tersebut mempengaruhi 70 persen pasokan listrik negara tersebut, namun saat Serbia segera mengembalikan grid, BLU-114 / Bs digunakan lagi untuk menghambat usaha perbaikan mereka. Setelah itu, NATO beralih menggunakan amunisi konvensional melawan jaringan listrik Serbia

Baru-baru ini, pemerintah Korea Selatan mengumumkan, pihaknya terus memantau situasi di Korea Utara. Untuk diketahui Pyongyang sering menjadwalkan uji coba rudal pada hari peringatan penting. Minggu ini menandai pendakian Kim Jong-il ke sekretaris jenderal dan pendirian partai yang berkuasa jatuh pada Selasa, kata Yonhap sebelumnya.

Hubungan antara kedua Korea mengalami ketegangan selama beberapa dekade. Kedua negara tersebut tidak pernah menandatangani perjanjian damai setelah Perang Korea yang berlangsung dari tahun 1950-1953.

Ketegangan di semenanjung Korea meningkat dalam beberapa tahun terakhir menyul uji coba serangkaian rudal Pyongyang dan uji coba nuklirnya.

TAGS : Korea Selatan Korea Utara




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :