Selasa, 11/08/2020 19:15 WIB

Internasional

Iran Tuding Pemerintah Myanmar Abaikan Seruan Internasional

Pemerintah Myanmar mengabaikan tuntutan masyarakat internasional mengenai penderitaan etinis Rohingya.

Pengunsi Rohingya yang membawa orang tuanya meninggalkan Rakhine, Myanmar menuju Bangladesh pada 30 Agustus 2017 (Foto: AFP)

Tehran - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran,  Bahram Qassemi mengatakan tidak dapat diterima,  pemerintah Myanmar mengabaikan tuntutan masyarakat internasional mengenai penderitaan etinis Rohingya.

"Situasi yang rumit bisa menjadi salah satu krisis kemanusiaan terburuk. Kami bersama masyarakat internasional akan terus menekan sikap pemerintah Myanmar yang tidak dapat diterima," kata Qassemi, dilansir Tehran Time, Senin (2/10)

Ribuan warga terus berjalan melewati perbatasan ke Bangladesh menghindari kekerasan di negara mereka sendiri. Menurut media asing, jumlah pengungsi yang meninggalkan Myanmar kini diperkirakan mencapai lebih dari 501.000 orang.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Myanmar seharusnya mereka tidak mencegah pengiriman bantuan kemanusiaan kepada warga  Rohingyan.

Di tempat lain, Qassemi meminta masyarakat internasional untuk berdiri di samping Bangladesh untuk menghentikan pemindahan Rohingya dan mengirim bantuan kepada mereka.

Seorang pejabat dengan Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) mengumumkan, pemerintah Myanmar memblokir pengiriman bantuan Iran untuk Muslim Rohingya.

Muslim Rohingya telah lama menjadi sasaran diskriminasi di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha, yang menyangkal kewarganegaraan mereka. Pemerintah Myanmar menganggap mereka sebagai migran ilegal dari Bangladesh, bahkan jika mereka  tinggal di negara ini dari generasi ke generasi.

Kejadian terbaru terjadi pada Kamis (28/9) saat kapal yang ditumpangi etnis Rohingya terbalik. Perserikatan Bangsa Bangsa untuk pengsunsi (UNHCR) mengatakan sekitar 60 orang diyakini tewas yang mayoritas anak-anak.

Seorang korban mengatakan kepada kantor berita Reuters, istrinya, dua anak perempuan dan cucunya meninggal dunia. Ia mengatakan, mereka memutuskan untuk meninggalkan Rakhine setelah umat Buddha bersenjata membawa ternak dan makanan mereka.

TAGS : Rohingya Myanmar Iran Bangladesh




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :