Minggu, 27/09/2020 20:33 WIB

Internasional

Bangladesh: Anak-anak Warga Rohingya Butuh Rehabilitasi

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk pengungsi (UNHCR) mengatakan hampir setengah juta warga Rohingya yang menepi ke Bangladesh

Pengungsi Rohingya tiba dengan kapal di Shah Parir Dwip di sisi barat Sungai Naf setelah melarikan diri dari kekerasan di Myanmar ( Foto: AFP)

Bazar Cox - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk pengungsi (UNHCR) menyatakan,  hampir setengah juta warga Rohingya yang menepi ke Bangladesh, di antaranya hampir 6.000 anak yatim dan sekitar 1.500 anak-anak terpisah dari keluarga mereka.

Pemerintah setempat mengatakan akan memberikan kartu pintar kepada semua anak yatim piatu Rohingya sehingga mereka dapat menerima makanan, tempat tinggal dan kebutuhan dasar lainnya. Untuk itu, pihaknya menyiapkan database yang akan selesai dalam beberapa hari ke depan.

"Kami akan membuat database anak yatim dan anak-anak Rohingya yang cacat, berisi semua informasi penting mengenai kebutuhan mereka, lokasi sekarang dan persyaratan masa depan, untuk memfasilitasi kemanusiaan kegiatan organisasi pemerintah dan non-pemerintah," kata Emran Sarkar, asisten direktur Departemen Kesejahteraan Sosial di Cox`s Bazar, kepada Arab News, Jumat (29/9) 

Pemerintah akan membagikan 200 hektar lahan di Ukhia dan Teknaf Upazilla untuk menyediakan tempat tinggal, makanan, pendidikan dan rehabilitasi bagi anak yatim Rohingya

UNICEF mengatakan, sekitar 250.000 anak-anak Rohingya meninggalkan Myanmar ke Bangladesh. "Sejauh ini kami  mengidentifikasi 1.400 anak-anak yang terpisah dari keluarga mereka. Pencarian kami berlanjut, "Shakil Faijullah, manajer komunikasi UNICEF Bangladesh, mengatakan kepada Arab News.

"Kami berusaha menemukan orang tua mereka, dan sejauh ini 51 keluarga telah berkumpul kembali dengan anak-anak mereka. Selain itu, kami mendirikan 42 pusat di mana anak-anak ini mendapat kesempatan untuk melukis, menyanyi dan bermain. Anak-anak datang ke pusat di siang hari, dan pada malam hari mereka tinggal di perawatan kerabat atau tetangga yang andal. "

TAGS : Rohingya Bangladesh Myanmar UNICEF




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :