Selasa, 20/10/2020 04:34 WIB

Internasional

Uji Coba Rudal, Ambisi Korut Samai Militer AS

Presiden Korea Utara Kim Jong un mengatakan, rudal balistik yang mengudara di langit Jepang bertujuan untuk mengimbangi kekuatan militer Amerika Serikat.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memandu sebuah kontes yang menargetkan sasaran pasukan operasi khusus Tentara Rakyat Korea (KPA) dalam gambar tak bertanggal ini yang diterbikan KCNA di Pyongyang pada 25 Agustus 2017. (Foto: KCNA via Reuters)

Seoul - Presiden Korea Utara Kim Jong un mengatakan, rudal balistik yang mengudara di langit Jepang bertujuan untuk mengimbangi kekuatan militer Amerika Serikat.

“Tujuan akhir uji coba rudal kami untuk megimbangi kekuatan Amerika Serikat dan membuat penguasa tersebut tidak berani membicarakan opsi militer,“ kata Kim Jong Un, dilansir KCNA.

Di bawah kepemimpinan Kim Jong un, Korea Utara meluncurkan lusian rudal untuk menggenjot dan mempercepat program senjata yang dirancang untuk mengimbangi kemampuan Amerika Serikat dengan rudal bertenaga nuklir.

“Efisiensi dan keandalan rudal Hwasong-12 dalam tahapan diverifikasi.  Tujuan kami untuk mengembankan kemampuan rudal dan nuklir sudah hampir mencapai tahapan yang sempurna,“ jelas Kim Jong un.

Setelah peluncuran rudal terbaru pada Jumat, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih H.R. McMaster mengatakan, Amerika Serikat kehabisan kesabaran dengan program rudal dan nuklir Korea Utara.

“Kami menendang kaleng itu di jalan, dan kami di luar jalan,“ kata McMaster kepada wartawan, mengacu pada uji coba rudal Pyongyang yang terus-menerus.

“Bagi mereka yang telah mengomentari kurangnya pilihan militer, ada opsi militer,“ katanya, menambahkan, ini bukan pilihan yang disukai oleh Trump.

Pada Jumat (15/9) Korut untuk kedua kalinya mengudarakan rudalnya di atas Hokkaido di utara Jepang dan berhasil mendarat di Pasifik sekitar 2.000 km ke timur, dengan menempuh jarak sekitar 3.700 km.

Uji coba tersebut tak berselang lama setelah pada Senin (11/9) DK PBB dengan suara bulat menjatuhkan sanksi terhadap Pyongyang dalam menanggapi  uji coba bom nuklir pada 3 September, yaitu dengan memberlakukan larangan ekspor tekstil ke Korea Utara dan membatasi impor minyak mentahnya.

 

 

TAGS : Pyongyang Korea Utara Rudal Balistik




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :