Kamis, 23/11/2017 10:42 WIB

Internasional

Iran Sebut Nobel Aung Suu Kyi Tak Berguna

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan kekerasan di Myanmar terhadap Muslim Rohingya bukti kematian Hadiah Nobel Perdamaian

Pimpinan Tertinggi Iran Ayatullah Khamenei (kanan) bersama pemimpin Hamas Ismail Haniyeh

Jakarta - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan kekerasan di Myanmar terhadap Muslim Rohingya bukti kematian Hadiah Nobel Perdamaian, Selasa (12/9) waktu setempat.

Dikutip dari Tehran Time, Khamenei menyebut Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi, spemenang Hadiah Nobel Perdamaian seorang wanita kejam karean kejahatan terhadap Muslim Rohingya terjadi di depan matanya.

Suu Kyi, yang pernah dipuji oleh masyarakat global karena membela militer Myanmar, belum bertindak apa-apa untuk mengakhiri kekerasan yang mematikan terhadap etnis Rohingya. Ia menuai kritik tajam dari seluruh dunia karena kelambanannya.

Khamenei juga mengkritik kelambanan badan internasional dan memproklamirkan diri sebagai pendukung hak asasi manusia atas kekejaman yang sedang berlangsung di Myanmar. Ia mengatakan, krisis di Myanmar sebuah isu politik dan tidak boleh dijadikan sebagai konflik agama antara Muslim dan Budha.

”Ini adalah masalah politik karena partai yang melakukan kekejaman tersebut adalah pemerintah Myanmar,  yang didalangi wanita kejam, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian. Dan dengan kejadian ini, kematian Hadiah Nobel Perdamaian telah Sudah dieja,” katanya.

Karena itu, Khamenei meminta negara-negara Muslim mengambil langkah-langkah praktis untuk menghentikan kekerasan lebih lanjut terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

”Tentu saja, tindakan praktis tidak berarti menerjunkan militer. Sebaliknya, negara-negara Islam harus meningkatkan tekanan politik, ekonomi, dan perdagangan mereka terhadap pemerintah Myanmar dan berteriak menentang kejahatan-kejahatan ini di organisasi internasional,” kata Khameni

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) harus berdialog satu sama lain untuk membahas krisis di Myanmar, katanya. Pemimpin Tertinggi Lebanon Ayatollah Ali Khamenei pada Selasa mengatakan kekerasan di Myanmar terhadap Muslim Rohingya menandai kematian Hadiah Nobel Perdamaian, sebuah laporan media mengatakan.

 

TAGS : Iran Rohingya Bangladesh Myanmar Nobel




TERPOPULER :