Rabu, 08/07/2020 09:34 WIB

INTERNASIONAL

Inggris Kawal Sekutunya Lawan Korut

Inggris bersumpah akan berdiri di dekat sekutu-sekutunya saat menghadapi ancaman dari negara pemberontak

Sekretaris Luar Negeri Inggris, Boris Johnson (Foto: Aljazeera)

Jakarta - Politikus Partai Konservatif Britania Raya, Boris Johnson mengecam peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Korea Utara yang mampu menyerang daratan Amerika. Ia bersumpah akan berdiri di dekat sekutu-sekutunya saat menghadapi ancaman dari negara pemberontak.

Penampakan tersebut terjadi setelah AS dan Korea Selatan melakukan latihan tembak-menembak. Korsel mengatakan akan mendorong ke depan empat unit tambahan sistem pertahanan anti-rudal AS THAAD.

 “Inggris akan berdiri di samping sekutu dan mitra kami saat menghadapi ancaman yang terus meningkat yang dilakukan Korut terhadap keamanan regional dan internasional. Sekali lagi Korut tidak memperhatikan kewajiban internasionalnya” kata Johnson dikutip dari Sky News pada Minggu (30/7)

 “Kami mendesak rezim Democratic People`s Republic of Korea untuk menjaga kesejahteraan rakyatnya sendiri sebelum melakukan operasi rudal nuklir dan balistik secara illegal,” tambahnya

 Johnson mengatakan, “Inggris mengecam keras uji coba kedua rudal balistik antar benua, dan meminta rezim pemberontak tersebut segera menghentikan semua aktivitas yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

 Pemimpin Korut, Kim Jong Un, yang secara pribadi mengawasi peluncuran rudal pada Jumat malam. Ia mengatakan, peluncuran tersebut merupakan peringatan tegas bagi AS, menurut kantor berita resmi KCNA Korut.

 Uji coba rudal ICBM merupakan kedua kedua dalam waktu kurang dari sebulan oleh Korut, tanpa memperdulikan  upaya internasional untuk mengekang pengembangan teknologi rudal oleh negara otoriter bersenjata nuklir.

TAGS : Korea Utara Rudal Inggris ICBM




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :