Rabu, 08/07/2020 08:56 WIB

INTERNASIONAL

Gegara Luncurkan Roket, Iran Dapat Sanksi Baru Dari AS

Amerika Serikat pada Jumat (28/9) menjatuhkan sanksi baru yang membidik program rudal balistik Iran

Iran menluncurkan roket luar angkas di Stasiun Luar Angkasa Nasional Imam Khomeini (Foto: Meher News Agency)

Washington - Amerika Serikat pada Jumat (28/9) menjatuhkan sanksi baru yang membidik program rudal balistik Iran. Hal itu berangsung sehari setelah Teheran melepas roket pembawa satelit yang disebut Washington sebagai tindakan provokatif.

Departemen Keuangan AS membidik enam perusahaan yang dikendalikan oleh Shahid Hemmat Industrial Group (SHIG), yang disebut negeri Pamam Sam itu jantung program rudal Iran yang membekukan aset hingga melarang warga AS berurusan dengan mereka (Iran).

Lembaga keuangan asing bisa menghadapi tindakan hukuman jika berurusan dengan entitas yang dikenai sanksi. SHIG sudah berada di bawah sanksi PBB, AS dan Uni Eropa.

Menteri Keuangan, Steven Mnuchin mengatakan, “sanksi tersebut mengegaskan keprihatinan mendalam AS dengan pengembangan dan pengujian lanjutan rudal balistik yang mengandung unsur provokatif Iran lainnya,” kata Mnuchin dikutip Arab News pada Sabtu (29/7)

Ia memperingatkan, “Washington akan terus-menerus menyerang aktivitas rudal balistik terkait Iran, apakah itu peluncuran yang bersifat provokatif, pengembangan sistem rudal balistik yang mengancam, atau bahkan dukungan terhadap serangan rudal Yaman Houthi ke Arab Saudi seperti yang terjadi pada pekan terakhir ini,” tegasnya

Menurut Departemen Keuangan, “peluncuran roket ke ruang angkasa menggunakan teknologi yang terkait erat dengan rudal balistik antar benua dan peluncuran ini merupakan langkah yang mengancam ," tambahnya

Rekaman siaran televisi pemerintah Iran lepas landas dari pusat antariksa Imam Khomeini, dinamai berdasarkan almarhum pendiri republik Islam tersebut, di provinsi Semnan di timur negara tersebut.

Laporan tersebut mengatakan, roket tersebut dinamai Simorgh setelah seekor burung di mitologi Iran, mampu membawa satelit dengan berat 250 kilogram (550 pound) ke ketinggian 500 kilometer di atas bumi.

Negara-negara Barat menduga Iran mengembangkan teknologi yang mampu meluncurkan rudal balistik jarak jauh dengan muatan konvensional atau nuklir, sebuah tuduhan yang ditolak oleh Teheran. Ia  menegaskan program luar angkasa tersebut memiliki tujuan damai semata.

 

TAGS : Amerika Serikat Iran Rudal SHIG




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :