Rabu, 08/07/2020 09:35 WIB

INASGOC Minta KPK Awasi Asian Games 2018

Selain itu, biaya bidang kesehatan dan doping, pengisian fasilitas kamar wisma atlet, biaya kampanye, penyewaan sistem pusat penyiaran dan produksi siaran.

Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) Erick Tohir

Jakarta - Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) Erick Tohir dan wakilnya Sjafrie Sjamsoeddin menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (24/7/2017).‬ Erik dan Sjafrie datang untuk berkoordinasi dengan pimpinan dan bidang pencegahan KPK.

"Audiensi panitia pelaksana Asian Games dengan pimpinan KPK. Membahas asepk pencegan korupsi," kata Jubir KPK, Febri Diansyah.

Usai pertemuan, Erick mengaku jika pihaknya meminta KPK mengawasi penggunaan anggaran dalam kegiatan Asian Games 2018. Ia berharap tak ada masalah dalam pelaksanaan pesta olah raga negara-negara Asia ini.‬

‪"Hari ini saya dan Pak Sjafrie diterima lima pimpinan KPK. Ini juga bagian bagaimana pihak KPK bisa menjadi monitoring kegiatan yang ada di Asian Games," ucap Erick.

Lebih lanjut dikatakan Erick, kedatangan pihaknya ke kantor KPK sekaligus menindaklanjuti masukan dari dewan pengarah Asian Games 2018.‬ Sebelumnya, kata Erick, pihaknya sudah lebih dulu menyambangi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Usai bertemu dengan pimpinan BPKP, Erick menyebut mendapat banyak catatan dalam pelaksanaan gelaran Asian Games 2018.‬

‪"Sesuai dengan arahan dewan pengarah bahwa kesuksesan Asian Games dari INASGOC kan ada 2, penyelenggaraan dan administrasi," ujar pengusaha yang juga pemilik sejumlah klub olah raga itu.

INASGOC diketahui mendapat kucuran dana sebesar Rp1,5 triliun dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Anggaran tambahan itu dipakai untuk kegiatan kesekretariatan INASGOC, penyelenggaraan kejuaraan uji coba Asian Games 2018, kegiatan hubungan masyarakat dan media, persiapan konsep pembukaan dan penutupan, hingga pengelolaan sumber daya manusia.‬

‪Selain itu, biaya bidang kesehatan dan doping, pengisian fasilitas kamar wisma atlet, biaya kampanye, penyewaan sistem pusat penyiaran dan produksi siaran, pembangunan sarana teknologi informasi, pembangunan sistem pencatat skor dan pencatat waktu.‬

Dengan pengawasan langsung dari KPK serta lembaga-lembaga terkait, diharapkan Erick, transparansi penggunaan anggaran yang besar ini bisa terjaga.‬ "Kami mengharapkan juga ini menjadi sesuatu yang transparan dan juga harus berjalan baik. Karena abagian dari sukses administrasi itu yang sangat penting buat kami di Asian Games," tutur Erick.‬

‪Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan menerangkan, kedatangan Erick dan Sjafrie untuk pengawalan penyelenggaraan Asian Games 2018 yang lebih kuat.‬

Menurt Pahala, KPK menginginkan kegiatan ini berjalan lancar tanpa ada penyimpangan.‬ Sebab, gelaran Asian Games ini merupakan kegiatan berskala internasional.

‪Dikatakan Pahala, dalam koordinasi yang dilakukan hari ini, KPK dan INASGOC sepakat bahwa tertib administratif panitia penyelenggara harus diutamakan. Dalam waktu dekat, kata Pahala, pihaknya akan menyambangi kantor INASGOC.‬

‪"Saya sepakat dengan INASGOC bahwa tertib administrasi juga menjadi salah satu fokus dari INASGOC, dari pelaksanan. Intinya kami ingin dukung kegiatan ini berlangsung baik. Jadi dari INASGOC ini datang ke KPK hari ini. Awalnya ingin supaya ada semacam pengawalan yang lebih kuat," ujar Pahala.

TAGS : Erick Thohir Asian Games KPK




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :