Minggu, 17/01/2021 01:25 WIB

Realisasi Investasi 2016 Lampaui Target

Penyerapan tenaga kerja secara akumulatif sepanjang 2016 mencapai 1.392.380 orang.

Ilustrasi

Jakarta - Realisasi investasi sepanjang 2016 mencapai Rp612,8 triliun, melewati target yang ditetapkan sebesar Rp594,8 triliun. Realisasi investasi itu terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp216,2 triliun, naik 20,5 persen dan realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp396,6 triliun naik 8,4 persen.

"Realisasi investasi sepanjang Januari-Desember 2016 mencapai Rp612,8 triliun, meningkat 12,4 persen dibandingkan capaian 2015 sebesar Rp545,4 triliun," kata Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Azhar Lubis dalam paparan di Jakarta, Rabu (25/1).

Sementara itu, penyerapan tenaga kerja pada triwulan keempat 2016 sebanyak 434.466 orang, sedangkan secara akumulatif sepanjang 2016 mencapai 1.392.380 orang.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, jika dibandingkan dengan capaian sepanjang 2015, realisasi investasi sepanjang 2016 mengalami pertumbuhan yang signifikan dari investasi domestik (PMDN). "Lonjakan PMDN lebih dari 2 kali lipat pertumbuhan PMA," katanya.

Mantan Menteri Perdagangan itu menuturkan, 2015 merupakan tahun yang sulit bagi investor domestik lantaran ada banyak kejadian yang mempengaruhi keyakinan mereka untuk berinvestasi. "Ada kecelakaan Air Asia, kebakaran gambut, dan juga masalah politik. Tapi syukur data kami menunjukkan bahwa pada 2016 sentimen domestik membaik sehingga ada lonjakan yang cukup besar," ujar Lembong seperti dikutip Antara.

Tom, sebagaimana ia kerap disapa, menilai kalangan investor mulai mengapresiasi perubahan yang diusung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.  "Saya merasa sentimen investor lagi tinggi-tingginya positif. Maka jangan sampai pas lagi bagus malah kempes. Kami tim ekonomi kabinet fokus menjaga momentum positif ini serta menjaga reformasi dan sentimen investor," kata dia.

TAGS : BKPM Investasi asing




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :