Kamis, 29/06/2017 07:27 WIB

Vladimir Putin, Gambaran Canggihnya Catur Politik Rusia

Ayahnya tentara pejuang Rusia yang mengalami perang dunia dan kemudian bekerja sebagai petugas keamanan yang kemudian menjadi pempinan di perusahaan kurir.

Vladimir Putin

Siapa yang tidak kenal dengan Vladimir Putin? Sosok presiden negara "bekas" adidaya Rusia, yang mampu terpilih untuk ketiga kalinya pada pemiihan presiden Rusia tahun 2012 lalu. Di jaman politik dunia kontemporer yang tidak lagi akrab dengan penguasa yang menjabat lebih dari dua kali, Vladimir Putin adalah perkecualian. Apa rahasianya?

The Guardian menggunakan metafor dari permainan catur untuk menggambarkan perjalanan Vladimir Putin. Seperti telah umum diketahui, catur adalah permainan strategi yang sangat lekat dengan Rusia. Fakta memperlihatkan bahwa deretan pecatur nomor satu di dunia dari jaman diperkenalkannya Kejuaraan Dunia Catur masih paling banyak dimenangkan oleh pecatur dari Rusia. Sebut saja nama Alekhine, Botvinnik, Smyslov, Tal, Petrosian, Spassky, Karpov, Kasparov, hingga Kramnik memperlihatkan dominasi yang sangat kuat selama hampir seratus tahun terakhir.

Mengapa permainan catur, yang lekat dengan kekuatan perhitungan, taktik, dan penempatan posisi dipadankan dengan perjalanan Vladimir Putin? Marilah kita lihat, sejak awal sejarah kemunculan Vladimir Putin.

Vladimir Vladimirovich Putin, lahir Saint Petersburg, yang pernah dikenal sebagai Leningrad, pada tanggal 7 Oktober 1952. Ibunya bernama Maria Shelomova sedangkan ayahnya bernama Vladimir Putin. Sebagaimana kebiasaan orang Rusia, nama ayah diberikan kepada anak laki-lakinya dengan tambahan -ich di belakangnya.

Ayahnya tentara pejuang Rusia yang mengalami perang dunia dan kemudian bekerja sebagai petugas keamanan yang kemudian menjadi pempinan di perusahaan kurir. Ibunya adalah pekerja pabrik, seorang yang dikenal sangat penyayang dan tidak begitu suka dengan hobi Vladimirovich menekuni bela diri di sekolahan. Dari ayahnya  Vladimirovich mewarisi garis maskulinitas yang di kemudian hari sangat lekat dengan sosoknya.

Kembali ke soal Catur Rusia. Rusia menjadi hebat dalam permainan catur bukan datang dari langit. Kehebatan pemain catur dari Rusia membentang sejak jaman sebelum Revolusi Bolsheviks, pengajaran di sekolah dasar pada jaman revolusi, hingga mengalami intensifikasi dengan metode saintifik yang dipelopori oleh Bapak Catur Rusia yakni Mikhail Botvinik. Ciri sekolah catur Rusia yang legendaris hingga saat ini adalah disiplin, metodis, saintifik,  dan sangat pentingnya persiapan yang dalam.

Gambaran metodis, saintifk dan persiapan yang dalam bisa dipadankan dengan perjalanan karir Vladimir Putin. Sejak muda, Vladimir Putin sudah lekat dengan disiplin yang dia pelajari di sekolah dari tingkat dasar sampai tingkat atas. Sambo dan Judo adalah dua hal yang membuatnya menjadi pemegang sabuk hitam pada usia 18 tahun. Di sekolah tingkat atas Vladimir putin mempelajari bahasa Jerman, bahasa yang banyak menjadi rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Sejak di tingkat SMA ini Vladimir Putin sudah menunjukkan keinginannya untuk menjadi intelejen. Selepas SMA Vladimir Putin ingin masuk menjadi  intelejen KGB, tetapi kemudian sadar bahwa dia harus punya dasar keilmuan tertentu atau punya catatan wajib militer. Kemudian Vladimir Putin kuliah di Leningrad State University dan menyelesaikan gelar ilmu hukum. Selepas itu, Vladimir Putin masuk KGB.

Di KGB, Vladimir Putin pertama kali berada di Sekretariat Direktoret, sesudah itu masuk dalam divisi kontra intelijen hingga lima bulan. Untuk memperkuat kemampuannya  Vladimir Putin kemudian dikirim untuk mendapatkan berbagai pelatihan. Sesudah itu Vladimir Putin kembali lagi menjadi divisi kontraintellijen. Lima tahun kemudian Vladimir Putin melanjutkan pendidikan di Andropov Institut di Moscow untuk mempersiapkan dirinya bertugas sebagai petugas intelijen luar negeri. Tahun 1985 sampai dengan 1990 Vladmir Putin bekerja di Dresden, Jerman Timur, dengan menampilkan diri sebagai penerjemah.

Selepas krisis politik di Jerman, Vladimir Putin balik ke Leningrad dan bekerja di Leningrad University. Di tempat ini Vladimir Putin bertugas mencari kader-kader baru untuk direkrut KGB. Sesudah itu Vladimir bekerja di kantor Walikota Leningrad untuk kemudian merintis karir sampai menjadi Deputy Pertama Gubernur Saint Petersburg di tahun 1994. Dari posisi inilah gerilya politik Vladimir Putin mulai memasuki wilayah yang kasat mata.

Tahun 1996, Vladimir Putin pindah ke Moscow menjadi deputi di Departemen Manajemen Properti untuk Presiden. Tahun 1997, Vladimir Putin menjadi kepala staf kepresidenan. Tahun 1998 Vladimir Putin ditunjuk oleh presiden Boris Yeltsin untuk menjadi Direktur Federal Security Service (FSB) nama berikutnya dari KGB.

Di tahun 1999 Vladimir Putin mulai memasuki istana dengan menjadi salah seorang dari tiga wakil perdana menteri yang kemudian mengantarkan dia menjadi Pelaksana Perdana Menteri Pemerintahan Federasi Rusia berdasarkan perintah Boris Yeltsin. Di akhir tahun, terlihat terencana dengan rapi Boris Yelstin mengundurkan diri dan berdasarkan undang-undang Putin maju menjadi Pelaksana Presiden Ferderasi Rusia.

Membayangkan perjalanan karir pertama Vladimir Putin bisa digambarkan bagaikan langkah-langkah Catur Politik yang mengedepankan, disiplin, strategi saintifik, taktik, penempatan posisi dan persiapan yang sangat detil dan mendalam. Tak heran saat Putin kemudian menang dalam pemilihan presiden pada tahun 2000 dia bisa memenangi dengan dukungan 53% suara. Jelas semua, langkah seorang agen dengan dukungan mesin politik yang luar biasa mengantarkan seorang tokoh baru yang sebenarnya lahir dari kandungan Sovyet Rusia yang ternyata menjadi tokoh yang sekarang ini menjadi tokoh politik yang paling kuat nomor wahid di jagat sekarang ini.

Tak heran Alec Luhn dari The Guardian mengatakan, di awal kekuasaan Putin dia menjadikan perang kedua di Checnya sebagai "Gambit." Tetapi jangan lupa saat Putin menyelesaikan periode keduanya sebagai presiden, dia melakukan langkah Rokade Pendek (castling) dengan balik ke posisi Perdana Menteri.  Sementara presiden dipegang oleh petugas negara beRusia muda bernama Dimitry Medvedev, yang terbukti mampu mengantarkan kembali Vladimir Putin untuk maju ketiga kalinya menjadi presiden dan memenangkan pemilu Rusia di tahun 2012.

Dengan kolaborasi yang apik saat Dimitry Medvedev mengubah undang-undang masa jabatan presiden menjadi 6 tahun maka jangan heran bahwa Vladimir Putin masih akan menjabat sebagai presiden Rusia sampai dengan tahun 2024 yang berarti memecahkan rekor presiden terlama di Rusia melewati Leonid Brezhnev bahkan Joseph Stalin.

TAGS : Vladimir Putin

TERKAIT




TERPOPULER :

TERKINI

Mantan Member SISTAR Bora dan Big Star Feeldog Akui Jalin Hubungan

Mantan member SISTAR Bora dan Bigstar FeelDog dikonfirmas...

Sekolah Kpop Milik SM Entertainment Resmi Dibuka September Ini

Sekolah Internasional Kpop yang digawangi oleh SM Enterta...

Iran Akan Bertindak Terkait Kebijakan Amerika

Penduduk AS harus mengajukan visa turis sebelum bepergian...

Jim Mattis: Suriah Serius Tanggapi Ancaman AS

Tidak ada serangan  senjata kimiah sejak Gedung Puti...

Pedagang Asongan Banjiri Jalan TMR di Libur Lebaran

Puluhan penjual asongan jajalkan dagangangnya di wilayah ...

Tersangka Penyerangan Mapolda Sumut Dikirim ke Jakarta

Saksi lainnya yang sudah diperiksa dan hasilnya dianggap ...