Senin, 16/01/2017 17:41 WIB

Seperti Halnya Manusia, Binatang juga Ber"Demokrasi"

Temuan Amandine ini tentu sangat membantu pengelola urusan kehidupan liar binatang dalam menangani konflik.

Amandine Ramos, peneliti yang mengamati tingkah laku binatang

Jakarta - Demokrasi bukanlah suatu hal yang eksklusif dimiliki oleh manusia. Sebentar lagi ibu kota Jakarta akan menyelenggarakan hajat pemilihan gubernur. Seperti yang sudah-sudah pemilihan gubernur yang menjadi bagian dari sistem demokrasi  adalah acara yang sederhana. Warga Jakarta memilih dan kandidat calon yang mendapatkan dukungan mayoritas entah melalui satu putaran atau dua putaran dia yang akan menang. Soal yang kurang lebih sama juga terlihat di dunia binatang.

Amandine Ramos, seorang Ekologis dari French National Center for Scientific Research (CNRS) menghabiskan waktu selama tiga bulan mengamati perilaku yang terjadi saat bison-bison, hewan endemik Eropa, berkumpul di taman Monts-d`Azur Biological Reserve, sekitar 20 mil dari kota Nice. Amandine menemukan bahwa bison-bison ini bertingkah laku berdasarkan aturan mayoritas.

Seekor bison bisa berinisiatif untuk mengarahkan kumpulan itu harus menuju dengan menghadapkan badan ke arah yang ingin dituju. Dalam pengamatan Amandine, jika bison-bison ingin makan rumput ke sebuah padang rumput,  maka badan mereka akan mengarah ke padang rumput. Jika bison-bison itu ingin mengatasi dahaganya mereka akan mengarah ke sumber air.

Saat proses itu berlangsung, biasanya seekor bison mulai inisiatif dengan mengubah arah, jika inisiatif itu diikuti oleh mayoritas bison-bison yang ada dalam kelompok itu,  maka seluruh kelompok  kemudian mengarah ke tempat yang dituju. Jika inisiator hanya diikuti oleh sejumlah kecil bison maka kelompok itu akan terpecah-pecah menjadi beberapa bagian selama beberapa waktu tertentu.

Siapapun di antara bison-bison itu bisa "mulai" inisiatif mengubah arah, walaupun, pada kenyataannya bison-bison betina adalah bison yang biasanya memiliki jumlah pengikut yang banyak. Penelitian ini dipublikasikan pada jurnal Animal Behaviour pada bulan September 2015 lalu.

Temuan Amandine ini tentu sangat membantu pengelola urusan kehidupan liar binatang dalam menangani konflik yang terjadi antara petani dengan bison, yang biasanya menyerang hasil pertanian. Penelitian Amandine membuat petugas  bisa memasang kalung pada binatang-binatang yang bisa mengarahkan ke mana kumpulan bison ini menuju. Dengan teknologi sengatan listrik ringan petugas bisa secara efektif mengatur ke mana kumpulan besar bison-bison itu harus menuju.

Bison di Eropa bukanlah satu-satunya binatang di luar spesies manusia yang memutuskan pilihan berdasarkan kehendak mayoritas. Kecenderungan perilaku seperti itu juga dijumpai pada Kerbau Afrika hingga kera Macaca Tonkean yang terdapat di Sulawesi Tengah di Indonesia, menurut sumber dari Scientific American Januari 2016.

"Komunikasi dan konsensus adalah dua proses yang juga ada di dalam kehidupan dunia binatang," kata Amandine, menegaskan pentingnya temuan dia bagi perkembangan ilmu perilaku binatang di masa depan.

TAGS : Penelitian Hewan Amandine Ramos




BACA JUGA :

TERPOPULER

Industri Pornografi, Riwayatnya Dulu dan Kini

Yang menggerakkan minat orang terhadap internet adalah po...

Miss Tjitjih, Menanti Senja Digerus Zaman

Ruang pertunjukannya cukup besar, tak kalah dengan ruang ...