Selasa, 22/08/2017 19:48 WIB

Kucing, Musuh Ekologi Terbesar di Australia

Kehadiran kucing menguntungkan buat manusia karena bisa mengontrol populasi hama yang merugikan hasil panennya.

Feral Cat, Kucing Liar Australia

Jakarta - Penelitian yang dipublikasikan pada akhir Desember lalu memperlihatkan ancaman ekologi terbesar yang sedang dialami oleh benua Australia. Ancaman itu adalah kucing, lebih tepatnya kucing liar (Feral Cats), yakni kucing yang bukan kucing peliharaan.

Walau demikian, kucing peliharaan jika sudah ditelantarkan oleh manusia dan hidup di alam bebas maka kucing ini menjadi bagian dari kucing liar.  Penggunaan kata `feral` digunakan untuk membedakan dengan istilah wild cat yang kalau dalam bahasa Indonesia juga diterjemahkan sebagai kucing liar.

Sepuluh ribu tahun yang lalu di wilayah Bulan Sabit yang Subur (Fertile Crescent) di Timur Tengah manusia mulai mengembangkan pertanian. Saat manusia mengembangkan pertanian inilah moyang kucing peliharaan yakni The Near Eastern Wildcat (Kucing Liar dari Timur Dekat) berevolusi mendomestikasikan (hidup dekat dengan manusia) dan menjadi kucing peliharaan yang mempunyai hubungan saling menguntungkan dengan manusia yang bertani. Saat ini seluruh jenis kucing yang ada di dunia ini mempunyai satu moyang yang sama yakni The Near Eastern Wildcat.

Seperti umum diketahui, musuh pertanian adalah hewan pengerat yang merusak tanaman penghasil biji-bijian yang menjadi dasar makanan manusia. Kehadiran kucing menguntungkan buat manusia karena bisa mengontrol populasi hama yang merugikan hasil panennya. Begitu pula sebaliknya dengan kucing, kehadiran pertanian dan pemukiman manusia menjadi wilayah kembang biak kucing yang membuatnya sebagai spesies hewan yang diperkirakan masih akan tetap hidup walaupun manusia punah.

Tetapi, alam liarlah sebenarnya habitat natural bagi kucing. Hal ini terbukti karena pada saat ini kucing merupakan hewan yang paling banyak dijumpai di seluruh muka bumi ini kecuali di Antartika. Populasi globalnya mencapai 600 juta ekor pada penelitian di tahun 2013. Walaupun saat ini ada sekitar 42 jenis ras kucing yang dipelihara semuanya adalah spesies yang sama yakni Felis Silvestaris Catus.

Kedekatan manusia dan kucing adalah hal yang sangat mempengaruhi populasinya. Ketika manusia tidak bisa memelihara atau menelantarkan kucing, puluhan juta kucing kemudian berubah menjadi Feral Cats atau gampangnya kucing liar. Kucing yang menjadi liar inilah yang menjadi ancaman di wilayah-wilayah yang salam sejarahnya tidak pernah mengenal predator sejenis kucing. Di beberapa pulau yang ada di Kepulauan Seribu, di sebelah utara Jakarta, kucing yang meliar ini adalah ancaman yang nyata tidak hanya bagi hewan endemik yang ada di pulau itu tetapi juga bagi manusia.

Di Australia, berdasarkan data penelitian yang terakhir, saat ini kucing yang meliar itu (feral cats) telah menghuni 99,8 persen wilayah yang ada di benua Australia. Ini adalah ancaman ekologi bagi Australia karena di benua ini selama sejarah evolusinya tidak pernah bertemu dengan kucing. Walhasil, spesies-spesies unik di Australia adalah sasaran empuk hewan predator yang paling mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi cuaca dan alam ini.

sebanayk 40 peneliti lingkungan di Australia memperkirakan ada 2,1 juta kucing saat jumlah populasi mangsanya tidak banyak. Tetapi jumlah itu bisa melompat menjadi 6,3 juta kucing saat mangsa-mangsa kesukaan kucing itu melimpah.

"Australia adalah satu-satunya benua di bumi ini selain antartika yang berkembang tanpa ada kucing di sana. Inilah alasan mengapa alam liar asli Australia sangat terganggu dengan populasi kucing yang luar biasa," kata Gregory Andrews, Komisioner Australia`s Threatened Species. Berdasarkan penelitian US FIsh & Wildlife Service dan Nature Communications, kucing hingga saat ini telah membunuh jutaan jenis burung dan mamalia tiap tahunnya. Berdasarkan data taksonomi, kucing telah membuat punah sekitar 33 jenis burung dan 20 jenis spesies mamalia.

TAGS : Ekologi Hewan Kucing Liar Australia

TERKAIT




TERPOPULER :

TERKINI

Karpet Merah Sambut Partai Komunis Vietnam

Karpet merah digelar di Gedung Nusantara III DPR dan Gedu...

MPR Harapkan Kunjungan Partai Komunis Vietnam Tingkatkan Hubungan Bilateral

Sekretaris Jenderal Partai komunis Vietnam, Nguyen Phu Tr...

Kementerian Kesehatan Saudi Sepakat Perangi Rokok

Arab Saudi menandatangani kesepakatan dengan Al-Kaws Deve...

Anggaran Pertahanan Kecil, Sebuah Anomali Bagi Poros Maritim Dunia

Connie menyayangkan alokasi anggaran bidang pertahanan ta...

DPR: Pemerintah Tepat Minta MK Tolak Uji Materi Pegawai KPK

Sikap pemerintah yang meminta Mahkamah Konstitusi (MK) me...

Hidayat Nur Wahid : Mengenyam Pendidikan Adalah Hak Asasi Manusia.

Bangsa Indonesia digagas dan didirikan oleh para terpelaj...