Selasa, 25/04/2017 23:19 WIB

Menghitung Dengan Jari Terbukti Lebih Efektif, Ini Jawabannya

Cara itu adalah cara berpikir dengan melakukan interaksi dengan benda-benda di sekitar Anda

Ilustrasi menghitung pakai jari

Penelitian dari Kingston University London, akhir Desember lalu, memperlihatkan bahwa cara manusia mengambil keputusan sangat bergantung pada interaksi benda-benda di sekitar kita. Penelitian itu menggugat anggapan lama bahwa berpikir yang efektif itu hanya bisa dilakukan dalam pikiran orang saja.
 
Penelitian itu dilakukan oleh Gaëlle Vallée-Tourangeau pengajar Organisational Behaviour dan Frédéric Vallée-Tourangeau pengajar Psikoogi dari Kingston University London.

Suatu ketika di masa kecil tentu Anda pernah menggunakan jari-jari untuk menghitung. Ketika Anda bermain dengan tanah liat atau adonan mainan,  biasanya lebih suka membentuknya tanpa perlu pusing akan jadi apa nanti.

Cara itu adalah cara berpikir dengan melakukan interaksi dengan benda-benda di sekitar Anda dan itu terbukti dalam penelitian sebagai cara yang baik untuk meningkatkan produktivitas. Dalam pengembangannya di dunia bisnis, cara berpikir semacam itu akan meningkatkan potensi anda untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Penelitian itu mengungkapkan bahwa orang berpikir hanya dengan mengandalkan kemampuan pikirnya tidak mencerminkan bagaimana persoalan dipecahkan dalam kenyataan hidup sehari-hari. "Saat seseorang menulis atau menggambar, aktivitas itu membuat anda berpikri dengan cara yang berbeda," kata Gaëlle.

Penelitian itu dipublikasikan di jurnal Acta Prsychologica. Penelitian itu melibatkan 50 orang untuk mencoba memecahkan persoalan bagaimana menempatkan 17 hewan ke 4 kandang kecil sedemikian rupa sehingga di tiap kandang harus ada jumlah hewan yang ganjil.

Peserta penelitian dibagi ke dalam dua grup. Grup pertama dipersilakan untuk menggunakan model-model yang bisa mereka ubah dengan tangannya dan grup kedua menggunakan tablet eletronik dengan pena stylus untuk membuat sketsa jawaban persoalan. Penelitian membuktikan bahwa peserta yang menggunakan model hewan lebih cepat menemukan jawaban persoalan. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan merekayasa bentuk kandangnya.

"Ketika orang berpikir dengan merekayasa langsung benda-benda yang ada di sekitarnya mereka lebih punya kesempatan yang lebih besar untuk menyelesaikan persoalan, sebaliknya jika hanya dengan sketsa saja ternyata membuat orang mempunyai kesulitan, hal ini memperlihatkan saat orang berinteraksi dengan benda-benda di sekitarnya dalam memecahkan persoalan akan meningkatkan kemampuannya," kata Frédéric.

Kedua peneliti ini juga sedang melakukan penelitian tentang bagaimana kecemasan terhadap hitung-hitungan, yakni rasa takut salah menghitung walaupun hanya menghitung hal yang sederhana bisa diselesaikan dengan menggunakan interaksi dan alat bantu.

Penelitian itu menguji dengan cara meminta orang untuk meneriakkan angka-angka bersamaan dengan proses mereka menghitung. Ternyata yang menghitung dengan menggunakan alat lebih cepat untuk menyelesaikan persoalan ketimbang yang hanya menghitung dengan membayangkan di kepala mereka saja.

Yang menghitung dengan kepala saja,  lebih kerap melakukan kesalahan apabila mereka memiliki ketakutan salah dalam berhitung. Sementara buat yang menggunakan alat terlihat tidak ada ketakutan itu.

TAGS : Penelitian Kingston

TERKAIT




TERPOPULER :

TERKINI

Lagi, Bale Menepi Empat Pekan

Cedera kali membuatnya absen hingga enam pekan selama Apr...

KPK Bidik Bos Gajah Tunggal Tbk Sjamsul Nursalim

Dalam kasus itu, BDNI milik Sjamsul Nursalim mendapat SKL...

Kecewa Wasit, Toure Ingin Derby Manchester Tanpa Wasit

Menyusul kekalahan Manchester City kontra Arsenal di Pial...

Program Pembangkit Listrik 35.000MW Jalan Terus

perkiraan capaian 19.000-20.000 MW pada 2019 disesuaikan ...

Menaker Ingin Perayaan May Day Punya Daya Tarik Wisata

Menaker merasa heran karena meski jumlah keikutsertaan bu...

Sky Train Bandara Soetta Datang Pertengahan Mei

Menjelang Lebaran, jalur antara Terminal 2 dan 3 sudah bi...