Senin, 16/01/2017 17:44 WIB

Riset

Media Digital dan Masa Depan Informasi

ACNielsen memperlihatkan data rentang waktu yang dihabiskan di depan tv  dari generasi yang berumur 18-24.

jurnas.com, salah satu media digital

Jakarta - Masa depan media adalah media digital. Banyak orang yang telah lama mengikuti perkembangan media dan perkembangan teknologi komunikasi,   meramalkan bahwa di masa depan hanya media digital yang berkembang. Karena media yang lain trennya makin lama terus menyusut.

Konsumsi media di Amerika Serikat berdasarkan data dari E-marketer memperlihatkan bahwa media digital memang semakin kuat, sedangkan media-media yang lain menyusut. Pada tahun 2011, sekitar 40% orang Amerika menonton TV, sedangkan tahun 2015 menyusut menjadi 35,2%.

Bandingkan dengan konsumsi media digital, entah menggunakan komputer atau perangkat mobile. Pada tahun 2011, 30% orang amerika melihat berita dengan menggunakan komputer dan telepon pintar, pada tahun 2015 angkanya meningkat hingga 43,2%. Bagaimana dengan radio? Pada tahun 2011 orang mendengarkan radio hanya sebesar 14%,  pada tahun 2015 tinggal 12%. Media Cetak lebih menyedihkan lagi karena pada tahun 2011 pangsanya masih bisa mencapai 5,8%, tetapi pada tahun 2015 tinggal 2,9%.

Data lain dari Ofcom menceritakan tentang tumbuhnya generasi digital yang sesungguhnya.  Data itu menyebutkan bahwa bagian terbesar dari generasi yang berumur 75 tahun ke atas masih menonton tv besarannya mencapai lebih dari 75%. Selanjutnya generasi berumur 65-74 tahun dengan proporsi menonton televisi lebih dari 70%, mereka telah menggunakan telepon pintar dengan proporsi kurang dari 5%.

Di bawahnya generasi 55-64 tahun yang menonton tv lebih dari 65% dan menggunakan telepon pintar kurang dari 15%.  Selanjutnya generasi 45-54 tahun menonton televisi dengan proporsi lebih dari 60% dengan penggunaan telepon pintar mencapai lebih dari 20%. Kemudian adalah generasi 35-44 tahun yang biasa disebut generasi 90-an yang menonton tv lebih dari 40% dan menggunakan telepon pintar lebih dari 25%.

Di bawahnya adalah generasi 25-34 tahun yang menonton tv lebih dari 30% dan penggunaan telepon pintar lebih dari 35%. Proporsi yang terbesar kemudian adalah generasi 16-24 tahun yang menonton televisi hanya sekitar 15% tetapi menggunakan telepon pintar hingga 70%.

Data di atas memperlihatkan generasi digital yang sesungguhnya. Proporsinya telah melebihi 45% dari rata-rata populasi di dunia dan di antara generasi  "abg" hingga generasi bapaknya "abg" telah benar-benar memiliki budaya mengakses media yang berbeda.

ACNielsen memperlihatkan data rentang waktu yang dihabiskan di depan tv  dari generasi yang berumur 18-24 tahun. Pada tahun 2011 masih menghabiskan waktu 26% dalam sehari, tetapi pada tahun 2015 tinggal 16%.

Comscore mengukur pertumbuhan penggunaan media digital dari tahun 2013 hingga tahun 2015. Hasilnya pertumbuhan media digital dengan menggunakan aplikasi mobile menjadi yang paling besar dari 43% menjadi 54% sekitar 30% pertahun. Sementara itu penggunaan dekstop malah menurun dari 49% menjadi 38%, berbanding terbalik dengan aplikasi mobile.

Kesimpulannya pada masa sebelum tahun 2000 media digital masih sangat kecil sekitar 3% dari populasi. Sesudahnya sampai tahun 2015 yang lalu bertumbuh sampai dengan 40% dari populasi pengguna media. Di masa depan sampai perkiraan tahun 2030 berdasarkan tren yang ada 80% adalah pengguna media digital dengan proporsi terbesar lebih dari dua per tiganya adalah pengguna telepon pintar.

Jadi sudah siapkah media kita bertarung dalam pasar media digital yang tumbuh begitu cepat?

TAGS : Media Digital




BACA JUGA :

TERPOPULER

Industri Pornografi, Riwayatnya Dulu dan Kini

Yang menggerakkan minat orang terhadap internet adalah po...

Miss Tjitjih, Menanti Senja Digerus Zaman

Ruang pertunjukannya cukup besar, tak kalah dengan ruang ...