Selasa, 25/06/2019 20:35 WIB

Sosok

Bupati Cantik Lampung Timur Ini Kerap Berkantor Keliling Desa

Kemampuan merangkul berbagai pihak, juga ditunjukkan oleh Chusnunia  saat dia berkomitmen untuk meningkatkan keamanan bagi warga Lampung Timur.

Chusnunia Chalim, Bupati Lampung Timur, menekankan tentang program kabupaten ramah anak untuk mengurangi stigma Lampung yang selama ini seolah-olah dekat dengan praktek-praktek kekerasan.

Jakarta - Hanya tinggal hitungan hari, tepatnya tanggal 9 Desember adalah penanda satu tahun Chusnunia Chalim terpilih menjadi Bupati Kabupaten Lampung Timur. Perempuan kelahiran 12 Juli 1982, dari desa Karanganom, kecamatan Waway Karya, kabupaten Lampung Timur  ini masih tercatat sebagai perempuan pertama yang menjadi kepala daerah di Pulau Sumatera. Dalam umur yang masih sangat muda untuk ukuran kepala daerah, Chusnunia telah mewarnai Kabupaten Lampung Timur dengan enerjinya yang melimpah.

Sejak awal kepemimpinannya Chusnunia sudah sadar akan dirinya yang masih muda, tercermin dalam slogan-slogannya selama kampanye pemilihan Bupati yang selalu mengatakan saatnya kaum muda bekerja bersama-sama untuk kemajuan Lampung Timur.

Chusnunia berkomitmen untuk berkantor dengan mengelilingi seluruh wilayah jajaran pemerintahannya. "Saya akan menerapkan berkantor secara berkeliling,  sehingga tidak selalu berada di kantor bupati saja. Bahkan hingga ke desa-desa, berkantor di balai desa untuk dapat menyerap langsung yang diperlukan oleh masyarakat," janji Chusnunia.

Berkantor dengan berkeliling menandai masa 100 hari pertama kepemimpinannya dengan fokus pada pelayanan pada masyarakat. "Dalam program seratus hari pertama tidak bisa langsung membangun ini-itu, tetapi kami akan coba agar masyarakat dapat merasakan kehadiran perubahan dalam  pelayanan pemerintah yang lebih baik. Pemerintah tugasnya memang harus melayani, bukan sebaliknya," kata Chusnunia menunjukkan tekadnya fokus pada pelayanan.

Kemampuan merangkul berbagai pihak, juga ditunjukkan oleh Chusnunia  saat dia berkomitmen untuk meningkatkan keamanan bagi warga Lampung Timur. Hal itu dia lakukan dengan komitmen untuk melakukan pembenahan markas Kodim Lampung Timur beserta empat kantor Koramil yang berada di empat kecamatan yang ada di sekitarnya.

Tidak hanya memaksimalkan energinya, Chusnuniah, yang akrab dipanggil dengan nama kecilnya Nunik, juga berangkat dari pemahaman yang kuat tentang daerah yang dia pimpin.  ".... karena masyarakat Lampung Timur mayoritas aktivitasnya petani, tentu (saya) akan mewujudkan dunia pertanian menjadi lebih baik. Bukan baik untuk saya, melainkan baik untuk petani," kata Nunik.

Komitmen untuk memajukan pertanian di Lampung Timur terlihat sejak masa 100 hari pertama kepemimpinan Nunik. Komitmen itu dia tunjukkan membangun 75 sumur bor yang bisa mengairi 150 hektar area persawahan. Tidak hanya rigasi, Nunik juga dalam 100 hari pertamanya telah menyalurkan 179 unit traktor tangan lengkap dengan bantuan bibit padi bagi para petani.

Bertepatan dengan ulang tahun Kabupaten Lampung Timur  yang ke 17, pada bulan Mei 2016, Nunik berpidato di depan masyarakat Kecamatan Sukadana yang sedang menyelenggarakan pawai dan karnaval. Nunik  menjelaskan bahwa selama kuartal pertama kepemimpinannya telah 11 program pembangunan yang berjalan, meliputi, bidang pembangunan infrastruktur fisik, pertanian, peternakan, pariwisata, dan peningkatan kondisi keamanan.

"... bidang pembangunan fisik melalui Dinas Pekerjaan Umum banyak yang telah dikerjakan dalam 100 hari ini, seperti pembangunan yang telah menyerap anggaran hampir Rp31 miliar lebih," ujarnya. Pembangunan fisik yang dimaksud Nunik adalah pembangunan jalan-jalan desa dan pembangunan jembatan Way Sekampung yang telah banyak dinantikan masyarakat kecamatan Margatiga berpuluh tahun lamanya. Salah satu yang cukup monumental dalam kiprah awal Nunik, adalah pembukaan kembali Taman Nasional Way Kambas yang sejak beberapa waktu sebelumnya harus ditutup bagi masyarakat umum karena pemulihan ekosistem.

Hingga melewati paruh pertama kepemimpinan Nunik, berbagai terobosan telah dia lakukan diantaranya dengan mengeluarkan berbagai peraturan yang selaras dengan visi dan misinya. Beberapa di antaranya adalah penyusunan Peraturan Bupati tentang pembentukan kelompok kerja bina keluarga TKI, penetapan  desa ramah anak, peluncuran sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik nasional (SP4N), Perda Nomor 05 Tahun 2016 tentang Kabupaten Layak Anak, dan penyusunan peraturan bupati tentang Kabupaten Ramah HAM.

TAGS : Kinerja Bupati Chusnunia Chalim




TERPOPULER :