https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pembangunan Desa Secara Masiv Dinilai Kurangi Urbanisasi

Rizki Ramadhan | Rabu, 04/07/2018 12:18 WIB



Menurut Eko, Pengurangan urbanisasi akibat adanya pembangunan desa yang cukup besar tersebut dinilai sudah terlihat dengan sulitnya mencari para pekerja yang berasal dari masyarakat desa Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko Sandjojo menjadi pembicara Seminar International Conference Microeconomics of Competitiveness bertema

Jakarta - Penggelontoran dana desa setiap tahunnya sejak 2015 memiliki dampak bagi pembangunan desa yang begitu masiv. bukan itu saja, dari sektor pariwisata, perekonomian hingga kesehatan juga mengalami dampak yang cukup signifikan dengan adanya dana desa yang setiap tahunnya mengalami kenaikan. Bahkan, Dana desa juga menyebabkan terjadinya pengurangan arus urbanisasi ke kota-kota besar.

"Dana desa juga berpengaruh cukup besar dalam pengurangan urbanisasi. Saat ini, kita masih nunggu hasil dari sensus potensi desa yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Mudah-mudahan pada bulan September keluar hasil angka presentase terkait urbanisasi," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo usai menghadiri acara Executive Center for Global Leadership (ECGL) Alumni Gathering di Hotel Fairmont Ballroom, Jakarta pada Rabu (4/7).

Menurut Eko, Pengurangan urbanisasi akibat adanya pembangunan desa yang cukup besar tersebut dinilai sudah terlihat dengan sulitnya mencari para pekerja yang berasal dari masyarakat desa yang bekerja secara informal atau pekerja yang bekerja pada pihak yang tidak berbadan hukum atau perusahaan seperti baby sister, supir, pembantu rumah tangga, tukang kebun dan lainnya.

Baca juga :
Revitalisasi Kearifan Lokal Sebagai Wahana Perdamaian Desa

"Dikota-kota besar seperti Jakarta misalnya, kita melihat untuk cari pembantu, supir, baby sister saat ini sudah mulai susah. susah carinya itu karena mereka (pekerja dari desa) telah mendapatkan pendapatan yang mungkin sama atau sedikit lebih rendah dengan pendapatan didesa. jadi, mereka akan lebih seneng bekerja didesa kalau ada pekerjaan," katanya.

Eko menambahkan, bahwa lapangan pekerjaan didesa saat ini mulai digencarkan dengan sejumlah program dari pemerintah. Misalnya dengan adanya dana desa yang dilakukan secara padat karya tunai yang pekerjanya berasal dari masyarakat desa setempat atau tidak menggunakan kontraktor. selain itu dengan adanya desa-desa wisata dan program produk unggulan desa yang nantinya akan banyak menyerap tenaga kerja.

Baca juga :
Kemendes Resmikan Program Pengembangan Kawasan Pedesaan Agropolitan di Papua Barat

"Kalau kita mengacu pada data BPS, saat ini angka pengangguran terbuka di desa jauh lebih kecil dari pada angka pengangguran terbuka di kota," katanya.

Baca juga :
Tarian Khas Papua Warnai Perayaan Sumpah Pemuda di Kemendes
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Kemendes

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777