https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mahasiswa Ini Temukan Plug-in Anti Hoax

Mutiul Alim | Selasa, 26/12/2017 12:30 WIB



Aplikasi tersebut dipublikasikan dalam sebuah kompetisi `Hackathon` berdurasi 36 jam. Ilustrasi berita

Jakarta - Michael Lopez-Brau (Yale University), Stefan Uddenberg (Yale University), Alex Cui (Institut Teknologi California), dan Jeff An (University of Waterloo) berhasil merancang ekstensi browser (plug-in) yang berguna mengantisipasi berita palsu. Aplikasi tersebut dipublikasikan dalam sebuah kompetisi `Hackathon` berdurasi 36 jam.

Dilansir dari Phsy, kompetisi ini merupakan tantangan yang diberikan oleh Yale`s Poynter Fellowship in Journalism, supaya para mahasiswa menemukan cara untuk melawan peredaran berita palsu di internet.

Perangkat lunak yang dirancang oleh Michael dkk dapat dipasang di Google Chrome. Aplikasi tersebut akan menampilkan peringatan, bila seseorang memasuki situs yang dilaporkan menyebarkan berita palsu. Sehingga, para pembaca dapat berhati-hati menyebarkan berita di media sosial.

Baca juga :
Kepala BAKOM Sebut Amin Rais Jadi Korban Video Hoax AI

Plug-in ini juga menggunakan teknologi analisis sentimen, untuk menganalisa setiap cerita yang mungkin muncul dalam umpan berita (news feed), mengidentifikasi aktor utama, serta menampilkan tendensi politik. Setelah itu, plug-in akan memberikan saran kepada pembaca untuk membuka topik yang sama, namun dengan sudut pandang yang berbeda.

"Jadi misalkan ada artikel yang sangat pro-Trump pada sebuah topik. Kami kemudian akan mencoba memberi Anda sesuatu yang lebih kiri (kontra Trump, supaya bisa memberikan bacaan alternatif," ujar Ann.

Baca juga :
Lasarus: DPR Dukung Mendes Tutup Alfamart dan Indomaret adalah Hoax

Tidak hanya itu, ekstensi nantinya akan mengumpulkan data penjelajahan pengguna, untuk mengetahui apakah selama ini mereka hanya membaca berita dari satu sisi spektrum politik, atau beragam.

"Media sosial menumbuhkan gelembung. Mereka membuat pengguna sangat mudah tertarik pada minat yang sama, sehingga seringkali tidak ada celah untuk memiliki sudut pandang yang berbeda," kata Lopez-Brau.

Baca juga :
Menteri Imipas Bantah Penolakan Visa Warga Palestina, Informasi Hoax
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hoax Berita Palsu Google Chrome

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777