https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pengamat: 2 Gol dalam 2 menit Hancurkan Mimpi Timnas, Sangat Rapuh

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 21/03/2025 14:13 WIB



Penggantian pelatih dari STY ke Patrick Kluivert itu sah sah saja dalam dunia sepakbola, tetapi tujuan akhirnya tetap untuk menggapai kemenangan. Pengamat sepak bola, Frans Immanuel Saragih. Foto: dok. jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Pertandingan Sepakbola Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Indonesia vs Australia telah usai dengan kemenangan telak Australia 5-1.

Hal tersebut jelas merupakan hasil yang sangat mengecewakan bagi para insan sepakbola Indonesia. Padahal Indonesia sangat membutuhkan 4 poin dalam bulan Maret ini untuk menjaga peluang agar lolos ke Piala Dunia 2026.

Dihubungi melalui sambungan telepon Pendiri Rakyat Sepakbola Indonesia dan juga Pengamat Olahraga Bung Frans Immanuel Saragih menyampaikan bahwa ini akibat pelatih kurang jeli dalam memilih pemain.

Baca juga :
100.268 Jemaah Haji Indonesia Selesaikan Dam, 26 Persen di Tanah Air

Sedangkan laga Maret ini adalah laga yang sangat krusial bagi Indonesia. “Kita sudah punya modal bagus sebelumnya berada di posisi 3 dan menang lawan Arab Saudi. Itulah yang saya sebutkan di wawancara sebelumnya bahwa Indonesia perlu yang namanya The Winning Team,” tutur Frans Saragih, Jumat (21/3/2025).

Menurut Frans, penggantian pelatih dari STY ke Patrick Kluivert itu sah sah saja dalam dunia sepakbola, tetapi tujuan akhirnya tetap untuk menggapai kemenangan.

Baca juga :
Israel Provokasi Indonesia! Jurnalis yang Diculik Dilecehkan Militer

“Pola yang diterapkan menurut saya sudah tepat di awal permainan. Tetapi apakah komposisi pemainnya sudah tepat? Kita tetap bersyukur bahwa pemain anyar kita Ole Romeny berhasil membuat gol perdana di debut pertamanya, tetapi tidak mampu menyelamatkan Timnas kita,” ujar Frans.

Rapuhnya sisi pertahanan menjadi titik terlemah Timnas Indonesia. Ditambah lagi peluang emas penalti tidak berhasil dimanfaatkan.

Baca juga :
PBB: Blokade Selat Hormuz Picu Krisis Pangan Global

“Kebobolan 2 gol dalam tempo 2 menit menghancurkan mimpi dan mental  Timnas kita dan menunjukkan rapuhnya pertahanan kita. Dalam sebuah tim ada yang namanya ‘jiwa tim’, dan itu yang hilang dalam pertandingan tersebut,” ungkap Frans.

Ada beberapa pemain yang posisinya berubah seperti Verdonk, Nathan, Haye, dan Marcellino serta hilangnya Ridho di barisan belakang yang baru dimasukkan di akhir babak ke 2. Memang benar itu semua keputusan pelatih, dan hasilnya seperti yang terjadi.

Sementara dari sisi Australia. Frans melihat mereka cukup rapi dalam melakukan counter attack, dan sisi gelandang yang begitu kuat.

“Lantas apakah kita akan larut dalam kesedihan? Saatnya Wake Up dan harus menang melawan Bahrain dan China di GBK. Kiranya ini menjadi pelajaran pahit dan berharga bagi Timnas beserta Jajaran Pelatih. Kita insan sepakbola tetap dukung Timnas dan terus hadir di lapangan. Kita kembali ke realistis kesempatan masih ada kalau kita berhasil merebut posisi 3 dan 4 tuk maju ke babak 4 kualifikasi,” tutup Frans.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Indonesia Vs Australia Timnas Piala Dunia 2026

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777