https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Legislator Minta Pemerintah Bongkar Mafia Pupuk Subsidi hingga ke Akar

Samrut Lellolsima | Selasa, 26/05/2026 12:26 WIB



Jangan sampai yang dikorbankan hanya pengecer kecil di lapangan, sementara aktor besar yang mengendalikan distribusi dan permainan harga justru tidak tersentuh. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Johan Rosihan. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan meminta pemerintah membongkar jaringan mafia pupuk subsidi secara menyeluruh dan tidak hanya berhenti pada pencabutan izin pengecer di lapangan.

Pernyataan itu disampaikan Johan merespons langkah Kementerian Pertanian yang mencabut izin 2.231 pengecer dan distributor pupuk subsidi bermasalah karena melanggar ketentuan harga eceran tertinggi (HET).

Baca juga :
Gerindra Senayan Apresiasi Diplomasi Pemerintah Pulangkan 9 Relawan WNI

Menurut Johan, tindakan tegas pemerintah patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya pembenahan tata kelola pupuk nasional. Namun, ia menegaskan pemerintah juga harus berani mengusut aktor-aktor besar yang diduga bermain dalam rantai distribusi pupuk subsidi.

“Jangan sampai yang dikorbankan hanya pengecer kecil di lapangan, sementara aktor besar yang mengendalikan distribusi dan permainan harga justru tidak tersentuh. Mafia pupuk harus dibongkar sampai ke akar,” kata Johan dalam keterangan persnya, Selasa (26/5).

Baca juga :
Timwas Haji DPR Apresiasi Ketertiban Keberangkatan 3500 Jemaah ke Arafah

Politikus PKS ini menilai penyimpangan distribusi pupuk subsidi tidak sekadar pelanggaran administratif, melainkan sudah menjadi ancaman terhadap ketahanan pangan nasional. Sebab, pupuk subsidi merupakan instrumen strategis negara untuk menjaga produktivitas pertanian dan melindungi petani kecil.

“Kalau pupuk langka, mahal, atau tidak tepat sasaran, yang paling menderita adalah petani kecil. Dampaknya bisa menurunkan produksi, memperbesar biaya tanam, dan pada akhirnya mengganggu stabilitas pangan nasional,” tegasnya.

Baca juga :
Rudianto Lallo Minta JPU Tegas di Kasus Penipuan BBM Rp20 Miliar

Johan juga mendorong pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap tata niaga pupuk subsidi, mulai dari sistem distribusi, data penerima, hingga pola pengawasan di daerah.

Menurutnya, digitalisasi distribusi pupuk perlu dipercepat agar rantai pengawasan menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Selain itu, ia meminta aparat penegak hukum mengusut kemungkinan keterlibatan oknum tertentu yang selama ini mengambil keuntungan dari distribusi pupuk subsidi.

“Negara tidak boleh kalah oleh mafia yang mencari keuntungan di atas penderitaan petani,” pungkasnya.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi IV Johan Rosihan Politikus PKS mafia pupuk subsidi Kementerian Pertanian

Terkini | Selasa, 26/05/2026 13:28 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777