Konferensi pers SNPMB di Jakarta (Foto: Muti/Jurnas.com)
Jakarta, Jurnas.com - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) meningkatkan kuota Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun ini, setelah sebanyak 25 ribuan kursi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tidak terpakai.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (25/5). Sehingga, kini kuota SNBT meningkat dari 261.518 menjadi 286.864 kursi.
"Jadi bukan penambahan daya tampung, tetapi optimalisasi kuota yang sudah ditetapkan," kata Eduart.
Dari total 286.864 kursi SNBT, sebanyak 256.369 peserta dinyatakan lulus atau sekitar 89,37 persen dari daya tampung. Sementara itu, sekitar 10 persen kursi yang belum terisi akan dialihkan ke jalur mandiri.
Sementara itu, jumlah peserta SNBT tahun ini juga mengalami peningkatan, yakni sebanyak 871.496 orang, meningkat dibanding 860.976 pada 2025 dan 785.058 peserta pada 2024.
"Tingkat kehadiran pun membaik dengan persentase mencapai 97,13 persen, menandakan komitmen peserta semakin tinggi," ujar dia.
Terkait pilihan program studi, jenjang sarjana masih mendominasi pilihan pertama. Prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja menempati urutan pertama dengan 5.582 peminat, disusul oleh Prodi Keperawatan, Prodi Administrasi Bisnis, dan Prodi Teknik Pertambangan.
Adapun 10 besar perguruan tinggi dengan peminat terbanyak secara berturut-turut jatuh pada Universitas Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Padjdjaran, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Negeri Jakarta.
Senin, 25/05/2026 18:53 WIB
Senin, 25/05/2026 18:01 WIB
Senin, 25/05/2026 17:39 WIB
Selasa, 19/05/2026 13:31 WIB
Senin, 25/05/2026 13:15 WIB