https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Fenomena Langka Mei 2026, Bulan Purnama Muncul Dua Kali dalam Sebulan

Agus Mughni | Minggu, 29/03/2026 15:15 WIB



Fenomena langit langka akan menghiasi Mei 2026 ketika bulan purnama muncul dua kali dalam satu bulan kalender Blue Moon, bulan purnama muncul dua kali dalam satu bulan kalender, bakal hiasi langit awal dan akhir Mei 2026 (Foto: Earthsky)

Jakarta, Jurnas.com - Fenomena langit langka akan menghiasi Mei 2026 ketika bulan purnama muncul dua kali dalam satu bulan kalender. Peristiwa ini dikenal sebagai Blue Moon, momen yang jarang terjadi dan selalu menarik perhatian pengamat langit di berbagai belahan dunia.

Sebelum itu, rangkaian fenomena bulan purnama sudah dimulai sejak awal April melalui kemunculan Pink Moon pada 1 April 2026. Meski namanya “pink”, bulan ini tidak berwarna merah muda, melainkan merujuk pada bunga phlox liar yang mekar di musim semi di Amerika Utara.

Selanjutnya, bulan purnama berikutnya akan terjadi pada 1 Mei 2026 yang dikenal sebagai Flower Moon. Nama ini mencerminkan musim berbunga di belahan Bumi utara, sekaligus menandai peralihan musim yang penting dalam kalender tradisional, sekaligus menjadi penanda penting dalam kalender keagamaan dan astronomi.

Baca juga :
Puncak Hujan Meteor Eta Aquariid 5–6 Mei, Komet Halley Muncul Jelang Fajar

Dikutip dari Live Science, menariknya, Mei 2026 tidak hanya menghadirkan satu purnama, tetapi dua kali dalam satu bulan. Purnama kedua akan terjadi pada 31 Mei 2026 dan disebut sebagai Blue Moon, yakni istilah untuk bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender.

Fenomena Blue Moon tergolong jarang karena rata-rata hanya terjadi setiap dua hingga tiga tahun sekali. Kemunculannya menjadi momen spesial bagi para pengamat langit karena memberikan kesempatan tambahan untuk menikmati fase bulan paling terang.

Baca juga :
Fenomena Langit Mei 2026, Ada Purnama Flower Moon hingga Blue Moon

Selain keindahan visual, fase bulan purnama juga memiliki keterkaitan dengan berbagai tradisi budaya dan keagamaan. Dalam kalender lunar, fase ini sering menjadi penentu waktu perayaan penting, termasuk dalam tradisi Yahudi dan Kristen yang mengaitkannya dengan perhitungan hari besar.

Untuk menikmati fenomena ini, pengamatan dapat dilakukan saat bulan terbit di ufuk timur setelah matahari terbenam. Langit yang cerah tanpa polusi cahaya akan memberikan pengalaman terbaik untuk melihat detail permukaan bulan dengan lebih jelas.

Baca juga :
Daftar Hari Besar dan Libur Mei 2026, Ada 3 Long Weekend Menanti

Dengan hadirnya dua bulan purnama dalam satu bulan, Mei 2026 menjadi momen istimewa bagi pecinta astronomi. Fenomena ini tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang pergerakan benda langit, tetapi juga mengingatkan bahwa langit selalu menyimpan kejutan yang layak dinantikan. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Fenomena Astronomi Bulan Purnama Blue Moon Mei 2026

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777