https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bahaya, Sejumlah Negara Asia Mulai Menimbun Bahan Bakar

Mutiul Alim | Rabu, 25/03/2026 19:43 WIB



Tanda-tanda penimbunan bahan bakar terlihat di sejumlah negara Asia. Salah satunya dengan memberlakukan pembatasan pada bahan bakar pesawat Penjualan minyak di Bangladesh (Foto: AFP)

Manila, Jurnas.com - Tanda-tanda penimbunan bahan bakar terlihat di sejumlah negara Asia. Salah satunya dengan memberlakukan pembatasan pada bahan bakar pesawat, lantaran konflik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak meroket.

Di Korea Selatan, sejumlah maskapai telah menerima pemberitahuan terkait pembatasan pengisian bahan bakar dari beberapa negara. Seoul juga membuka kemungkinan untuk fokus pada penerbangan domestik, sebagaimana laporan Bloomberg pada Rabu (25/3).

Korsel juga meningkatkan perencanaan darurat untuk skenario terburuk di Timur Tengah, termasuk menjajaki kemungkinan melepas cadangan minyak strategis yang ditaksir cukup untuk kebutuhan selama 208 hari.

Baca juga :
Thailand Terancam Kehilangan 3 Juta Turis Asing gegara Perang

Hal senada juga terjadi di Filipina. Presiden Philippine Airlines, Richard Nuttall, dalam sebuah wawancara mengakui bahwa pemerintah akan menerapkan penjatahan bahan bakar.

"Ada beberapa negara yang sekarang mulai mengatakan, `Kami tidak ingin Anda mengambil terlalu banyak bahan bakar saat datang`," ujar Richard.

Baca juga :
Filipina Minta Izin AS Beli Minyak dari Negara yang Disanksi

"Jadi saya pikir jika negara-negara tidak memikirkan bagaimana mereka mengelola hal itu, maka mereka kehilangan gambaran besarnya," dia menambahkan.

Adapun Filipina yang sudah lebih awal mendeklarasikan darurat energi nasional membuka peluang penyetopan operasional pesawat, mengingat maskapai dalam negeri dipaksa mencukupkan bahan bakar untuk perjalanan pulang-pergi.

Baca juga :
Dapat Izin Iran, Tanker Thailand Berhasil Lewati Selat Hormuz

Di Vietnam, badan resmi penerbangan memperingatkan potensi kekurangan bahan bakar pesawat het mulai awal April, dan sebagai konsekuensinya jumlah penerbangan bakal dikurangi.

China dan Thailand juga sama-sama memperketat pembatasan ekspor bahan bakar olahan untuk melindungi stok strategis nasional. Begitu pula Australia, mulai menerapkan pemotongan sementara sebesar 20 persen dalam kewajiban penyimpanan stok minimumnya untuk solar dan bensin di tengah menurunnya impor.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Penimbunan Bahan Bakar Krisis Minyak Konflik Timur Tengah

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777