https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Thailand Terancam Kehilangan 3 Juta Turis Asing gegara Perang

Mutiul Alim | Rabu, 25/03/2026 19:30 WIB



Thailand terancam kehilangan hingga 3 juta wisatawan asing apabila perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran di Timur Tengah terus berlanjut Ilustrasi - salah satu kuil di Thailand (Foto: Unsplash/Mathew Schwartz)

Bangkok, Jurnas.com - Thailand terancam kehilangan hingga 3 juta wisatawan asing apabila perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran di Timur Tengah terus berlanjut selama enam bulan.

Pejabat tinggi Kementerian Pariwsata dan Olahraga Thailand, Natthriya Thaweevong, mengatakan bahwa penurunan tersebut dapat merugikan perekonomian sebesar 150 miliar baht, sekitar 10 persen dari total penerimaan pariwisata asing nasional pada 2025.

"Inti dari pariwisata adalah perjalanan, dan untuk melakukan perjalanan itu Anda membutuhkan bahan bakar. Semua orang terpengaruh dan menghadapi biaya tinggi yang sama. Kita akan kehilangan wisatawan dari seluruh dunia," kata Natthriya dikutip dari Bloomberg pada Rabu (25/3).

Baca juga :
Filipina Minta Izin AS Beli Minyak dari Negara yang Disanksi

Tahun ini, Thailand telah menetapkan target 35 juta pengunjung asing. Konflik di Timur Tengah berisiko mengurangi jumlah tersebut ke level 2023, ketika Bangkok mencatat 28 juta turis asing.

Apalagi maskapai penerbangan di seluruh dunia sedang bergulat dengan lonjakan harga minyak, yang menyebabkan konsumen membatalkan rencana perjalanan atau menyusun ulang untuk mendapatkan tarif yang lebih rendah.

Baca juga :
Dapat Izin Iran, Tanker Thailand Berhasil Lewati Selat Hormuz

Sementara apabila perang berakhir Maret ini, lanjut Natthriya, industri pariwisata nasional masih akan terdampak oleh hilangnya satu hingga dua juta wisatawan asing.

"Untuk mengurangi dampak negatifnya, industri pariwisata perlu menarik lebih banyak wisatawan kaya dari Timur Tengah yang mencari perlindungan dari perang melalui kampanye pemasaran baru," ujar dia.

Baca juga :
Ini 25 Maskapai yang Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah

Natthriya menambahkan bahwa Thailand menargetkan untuk menarik setidaknya 200.000 pengunjung dari Timur Tengah pada 2026 atau seperempat dari kedatangan dari kawasan tersebut pada 2025.

"Anggaran pemasaran yang dialokasikan untuk Eropa dan AS akan dialihkan ke kampanye khusus negara di Timur Tengah," dia menambahkan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Wisata Thailand Konflik Timur Tengah Wisata Terdampak Perang

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777