https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Relasi Memburuk, Jepang Turunkan Derajat Hubungan dengan China

Mutiul Alim | Selasa, 24/03/2026 18:29 WIB



Jepang akan revisi tingkat hubungan diplomatik dengan China, dari negara `paling penting` menjadi `penting` saja dalam Buku Biru Diplomatik 2026 Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi (Foto: REUTERS)

Tokyo, Jurnas.com - Jepang akan revisi tingkat hubungan diplomatik dengan China, dari negara `paling penting` menjadi `penting` saja dalam Buku Biru Diplomatik 2026 yang akan ditandatangani Perdana Menteri Sanae Takaichi pada April nanti.

Dalam buku tersebut, dikutip dari Straits Times pada Selasa (24/3), Jepang menggambarkan China sebagai negara tetangga yang penting, dan hubungan kedua negara bersifat strategis dan saling menguntungkan.

Hal ini tak lepas dari serangkaian konfrontasi dengan Beijing selama setahun terakhir, termasuk kontrol ekspor logam tanah jarang, penguncian radar yang menargetkan pesawat militer Jepang, dan peningkatan tekanan di sekitar Taiwan.

Baca juga :
Sanae Takaichi Raih Kemenangan Pemilu Terbesar Jepang Pascaperang

Perubahan ini juga menjadi sinyal memburuknya hubungan yang telah mengakar sejak November, ketika Takaichi membuat Beijing marah dengan mengatakan bahwa Jepang dapat mengerahkan militernya jika langkah China terhadap Taiwan mengancam wilayahnya.

Beijing menanggapi dengan memberlakukan kembali pembatasan impor makanan laut Jepang, mendesak warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang, dan mengumumkan pembatasan terhadap logam tanah jarang dan mineral penting yang digunakan dalam komponen elektronik.

Baca juga :
Jelang Pemilu, PM Jepang Janji Perketat Imigrasi jika Terpilih

Takaichi lalu mengatakan bahwa pernyataannya sejalan dengan undang-undang keamanan yang telah berlaku selama satu dekade, sementara sebuah laporan dari badan intelijen AS pekan lalu mengatakan bahwa dia telah sangat menyimpang dari retorika para pemimpin Jepang sebelumnya.

Sementara itu, dalam pidatonya di parlemen pada Februari lalu, Takaichi memperingatkan tentang pemaksaan Tiongkok dan meningkatnya ancaman ekonomi dan keamanan yang ditimbulkan oleh Beijing dan mitra regionalnya, Rusia dan Korea Utara.

Baca juga :
Pertama Punya PM Perempuan, Jepang Peringkat Bawah Gender G7
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Buku Biro Diplomatik 2026 Hubungan Jepang dan China Sanae Takaichi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777