Ilustrasi dua orang perempuan sedang berbisik (Foto: Pexels/cottonbro studio)
Jakarta, Jurnas.com - Hormon estrogen memiliki peran penting dalam tubuh perempuan, mulai dari mengatur siklus menstruasi, menjaga kesehatan tulang, hingga memengaruhi suasana hati.
Seiring bertambahnya usia, terutama menjelang masa perimenopause dan menopause, kadar estrogen secara alami akan menurun. Penurunan hormon ini dapat memicu berbagai perubahan fisik maupun emosional.
Banyak perempuan tidak menyadari bahwa perubahan kecil pada tubuh mereka adalah tanda penurunan estrogen. Padahal, mengenali gejalanya lebih awal dapat membantu mengambil langkah perawatan yang tepat, baik melalui konsultasi medis maupun perubahan gaya hidup.
Siklus haid bisa menjadi lebih panjang atau lebih pendek, atau bahkan berhenti beberapa bulan.
Rasa panas mendadak pada tubuh bagian atas adalah gejala khas penurunan estrogen.
Kadar estrogen memengaruhi neurotransmitter. Penurunannya dapat membuat mood cepat berubah atau lebih mudah cemas.
Beberapa perempuan merasakan berkurangnya minat seksual karena efek hormonal.
Estrogen membantu menjaga elastisitas kulit. Saat kadarnya turun, kulit terasa lebih kering dan cepat keriput.
Penurunan estrogen dapat memengaruhi kekuatan akar rambut, sehingga rambut rontok lebih banyak.
Metabolisme melambat saat kadar estrogen turun, sehingga tubuh cenderung lebih mudah menyimpan lemak.
Jika gejala-gejala tersebut mulai terasa mengganggu, konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Beberapa dokter mungkin menyarankan terapi hormon, perubahan pola makan, atau olahraga tertentu untuk membantu menyeimbangkan kondisi tubuh.