https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Syarat jika Ingin Target Kemiskinan Ekstrem Nol Persen Terwujud

Untung Subagja | Senin, 30/01/2023 14:05 WIB



Dari 212 kabupaten kota yang jadi target pemerintah tercatat pada maret 2021 3,61% lalu pada Maret 2022 turun jadi 2,76% Ilustrasi kemiskinan. (Foto: liputan6.com)

Jakarta, Jurnas.com - Target kemiskinan 7% dan kemiskinan ekstrem 0% di tahun 2024 yang dicanangkan oleh Pemerintah disebut bakal sulit tercapai jika tidak tata kelola data yang memadai.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan tingkat kemiskinan di tahun 2022 sebesar 9,5% dan kemiskinan ekstrem di tahun 2022 adalah 2,04%.

"Kalau melihat tren datanya sulit rasanya. Namun perlu ada perbaikan yang sistematik mengenai tata kelola penanggulangan pengentasan kemiskinan Jadi berangkat dari perbaikan tata kelola diantaranya adalah perbaikan dari data,” ucap Margo dalam Launching Reformasi Birokrasi dan Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 di Menara Danareksa, Senin (30/1/2023).

Baca juga :
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Pemerasan Sertifikasi K3

Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, BPS mendapatkan mandat untuk monitor perkembangan kemiskinan ekstrem .

Dari 212 kabupaten kota yang jadi target pemerintah tercatat pada maret 2021 3,61% lalu pada Maret 2022 turun jadi 2,76%.

Baca juga :
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang

Tingkat penduduk miskin ekstrem menjadi tidak miskin ekstrem 2,91%. Hal ini menunjukan keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program penurunan kemiskinan ekstrem,

“Artinya inilah bagian dari keberhasilan pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem yang dulunya miskin ekstrem menjadi tidak miskin ekstrem ini sebanyak 2,91%,” kata Margo.

Baca juga :
Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Di sisi lain pada tahun 2021 yang miskin ekstrem dan di tahun 2022 tetap miskin ekstrem sebesar 0,70%. Sedang penduduk tidak miskin ekstrem menjadi miskin ekstrem sebesar 2,06%.

Menurut Margo perubahan tingkat kemiskinan terjadi secara dinamis. Oleh karena itu harus ada tata kelola data yang baik agar sasaran menjadi clear.

"Hal ini perlu dibangun dan perlu memetakan dengan jelas bahwa siapa sih yang miskin ekstrem. Ini perlu didefinisikan dengan jelas agar semua K/L termasuk di daerah mempunyai target yang sama terhadap sasaran yang ingin kita capai,” pungkas Margo

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemiskinan Ekstrem BPS Kemiskinan

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777