https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Angka Stunting Indonesia Memprihatinkan

Supianto | Senin, 08/11/2021 13:35 WIB



Hanya ada empat provinsi dari 34 provinsi di Indonesia yang memiliki angka stuntingnya paling sedikit, yaitu Bali 14,42 persen, Kepulauan Riau (Kepri) 16,42 persen, Bangka Belitung (Babel) 19,93 persen dan DKI Jakarta 19,96 persen. ilustrasi anak stunting

JAKARTA, Jurnas.com - Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Rizal Damanik prihatin angka stunting di Indonesia masih sangat tinggi.

Berdasarkan survei status gizi balita pada tahun 2019, prevalensi stunting Nasional 27,67 persen. Angka ini masih di atas ambang batas yang ditolerir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni di bawah 20 persen.

"Kita cukup prihatin dengan masih tingginya stunting di Indonesia," kata Rizal, yang mewakili Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo pada Seminar dan Forum Ilmiah Nasional Online, Jakarta, Senin (8/11).

Baca juga :
Kisah Pejuang Stunting di Tengah Minimnya Kesadaran Masyarakat, `Bersatu Kita Teguh Bertiga Kita Tangguh`

Rizal mencatat, hanya ada empat provinsi dari 34 provinsi di Indonesia yang angka stuntingnya paling sedikit, yaitu Bali 14,42 persen, Kepulauan Riau (Kepri) 16,42 persen, Bangka Belitung (Babel) 19,93 persen dan DKI Jakarta 19,96 persen.

Dia juga mencatat ada tiga provinsi dengan angka stunting tertinggi, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT) 43,82 persen, Sulawesi Barat (Sulbar) 40,38 persen, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) 37,85 persen.

Baca juga :
Sederet Fakta Penyebab Anak Menjadi Stunting, Ini Penjelasan BKKBN

"Angka ini sangat memprihatinkan kalau kita ingat negara ini sebagai zamrud khatulistiwa, tongkat kayu jadi tanaman," kata Rizal.

Rizal mengatkan, tingginya angka stunting ini memprihatinkan mengingat Indonesia berada di zamrud khatulistiwa, diapit dua benua dan dua samudara, serta didukung iklim yang bagus, yaitu musim hujan dan musim kering.

Baca juga :
Bangga Kencana, BKKBN Gandeng Media Massa Beri Edukasi Stunting pada Masyarakat

"Indonesia merupakan negara kedua terkaya setelah Brasil dalam aspek flora dan fauna. Kekayakaan flora dan faunan merupakan sumber gizi sebetulnya bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.

Riza menyebutkan, rata-rata penurunan stunting dari tahun 2007-2019 hanya sebesar 0,3 persen. Tahun 2017 angka stunting 36,8 persen dan di tahun 2019 angka stunting menjadi 27,7 persen.

"27,7 persen ini masih di atas ambang batas yang ditoleril WHO. Oleh karena itu, Presiden memberikan amanah melalui Perpres 72 Tahun 2021 agar menurunkan stunting hingga mencapai 14 persen pada akhir tahun 2024," kata Rizal.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

BKKBN Sunting Rizal Damanik

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777