https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Alasan Dua Anak Lebih Sehat

Supianto | Sabtu, 06/11/2021 13:59 WIB



Hampir semua penelitian di dunia menyebutka bahwa mayoritas kematina ibu dan kematian bayi disebabkan karena kehamilan multiparitas, atau grandemultiparitas. Logo Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (Foto: Supianto/ Jurnas.com)

JAKARTA, Jurnas.com - Kepala Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menyebut ada alasan ilmiah di balik  dua anak lebih sehat.

Menurut Hasto, slogan terdahulu yaitu dua anak cukup bersifat sangat subjektif karena rasa cukup tergantung setiap orang. Begitu juga slogan dua anak lebih baik dinilai kurang tepat karena setiap orang punya penilaian masing-masing.

"Kalian Kalau kampanye dua anak cukup dibantah sama orang, saya tidak cukup karena cukup itu subjektif. Kalau dua anak lebih baik juga dibantah orang, saya tidak lebih baik," ujar Hasto saat melauching hasil Pendataan Keluarga Tahun 2021 (PK21).

Baca juga :
Kisah Pejuang Stunting di Tengah Minimnya Kesadaran Masyarakat, `Bersatu Kita Teguh Bertiga Kita Tangguh`

Hasto menjelaskan, hampir semua penelitian di dunia menyebutkan bahwa mayoritas kematian ibu dan kematian bayi disebabkan kehamilan multiparitas, atau grandemultiparitas.

"Oleh karena itu, dari hasil penetian menyepakati bahwa dua anak lebih sehat. Sementara lebih dari dua anak kematian ibu dan bayi potensinya sangat tinggi," ujar Hasto.

Baca juga :
Sederet Fakta Penyebab Anak Menjadi Stunting, Ini Penjelasan BKKBN

Sebagai informasi, hasil PK21, yang diluncurkan BKKBN pada Kamis 4 Novermber 2021, berhasil mendata 68,478.139 kelaurga atau naik 102 persen dari target 66.828.571 keluarga.

Dari jumlah keluarga tersebut, terdata sebanyak 39.655,811 pasangan usia subur (PUS). Selama pendataan yang berlansung pada 1 April-6 Juni 2021 tercatat 1.452.854 sedang hamil.

Baca juga :
Bangga Kencana, BKKBN Gandeng Media Massa Beri Edukasi Stunting pada Masyarakat

Lebih rinci, sebanyak 3,4 persen hamil telalu muda atau kurang dari 20 tahun, 16,8 persen hamil terlalu tua atau di atas 35 tahun, 9,58 persen hamil terlalu sering, dan sebanyak 9,27 persen hamil terlalu dekat.

"Hamil terlalu muda dan tua itu risikonya sama, stunting, kelainan kongenital, kematian ibu, dan kematian bayi. Kami minta kepada daerah agar jangan hamil kurang dari 20 tahun dan terlalu tua 35 tahun. Kecuali yang belum punya anak, tapi usianya sudah 35 tahun kita maklumi," ujarnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Dua Anak Lebih Sehat BKKBN Hasto Wardoyo

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777