Sabtu, 28/08/2021 17:15 WIB
Tokyo, Jurnas.com - Dua orang meninggal setelah menerima suntikan vaksin COVID-19 Moderna yang kemudian ditangguhkan setelah ditemukannya kontaminan. Demikian kata Kementerian Kesehatan Jepang, Sabtu (28/8).
Kementerian Kesehatan Jepang dalam sebuah rilis seperti dikutip dari Reuters, kedua korban berusia 30-an itu meninggal bulan ini beberapa hari setelah menerima dosis Moderna kedua mereka.
Masing-masing korban diketahui mendapatkan vaksi dari salah satu dari tiga manufaktur yang ditangguhkan pada Kamis lalu. Penyebab kematian mereka masih diselidiki.
Jepang menghentikan penggunaan 1,63 juta dosis Moderna yang dikirim ke 863 pusat vaksinasi nasional, lebih dari seminggu setelah distributor domestik, Takeda Pharmaceutical, menerima laporan kontaminan di beberapa botol.
Mendes Sosialisasikan Program Magang di Jepang saat Dialog dengan Siswa NTB
Jepang Siap Lepas Cadangan Minyak Tambahan untuk 20 Hari
Tradisi Lempar Koin Picu Masalah Kualitas Air di Gunung Fuji
Pemerintah dan Moderna mengatakan tidak ada masalah keamanan atau kemanjuran yang telah diidentifikasi dan penangguhan itu hanya tindakan pencegahan.
Media Jepang NHK melaporkan kontaminan itu diyakini partikel logam, mengutip sumber kementerian kesehatan.
Masalah vaksin Moderna datang tepat ketika Jepang berjuang melawan kasus infeksi yang melonjak, dengan kasus baru setiap hari mencapai titik tertinggi baru di banyak bagian negara dan sangat membebani sistem perawatan kesehatan.
Jepang bergantung sepenuhnya pada vaksin yang dikembangkan di luar negeri oleh Moderna, serta Pfizer dan AstraZeneca. Moderna hadir sejak pertengahan Juni lalu di pusat-pusat skala besar dan inokulasi tempat kerja serta telah membantu mempercepat peluncuran vaksinasi di Jepang.
Sekitar 43% populasi Jepang telah divaksinasi lengkap, dengan dosis harian sekitar 1 juta.