Massa PDIP Tinggalkan Ahok-Djarot

Jum'at, 18/11/2016 18:15 WIB

Jakarta - Segmen pemilih dari PDI Perjuangan (PDIP) lebih banyak meninggalkan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal itu setelah penetapan Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.

Dari hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebut, awalnya dukungan dari pemilih PDIP sebesar 53,50 persen, menjadi 24,30 persen. Ada penurunan sebesar 29,20 persen meninggalkan Ahok setelah ditetapkan sebagai tersangka.

"Di segmen pemilih partai politik, pemilih PDIP yang paling banyak meninggalkan Ahok-Djarot," kata peneliti LSI Ardian Sopa, saat memaparkan hasil survei bertajuk "Ahok Tersangka dan Efek Elektoralnya", di Kantor LSI, Jakarta, Jumat (18/11).

Sedangkan pemilih dari Partai NasDem, kata Ardian, awalnya dukungan 42,90 persen, menjadi 28,60 persen. Sehingga, penurunan pemilih hanya 14,30 persen.

"Pemilih Partai Golkar awalnya dukungan 22,20 persen, menjadi 15,40 persen. Ada penurunan 6,80 persen," jelasnya.

Survei dilakukan pada tanggal 31 Oktober-5 November 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini plus minus 4,8 persen.

TERKINI
Ilmuwan Kini Bisa "Mengedit" Sirkuit Otak untuk Meningkatkan Daya Ingat Studi: Kesepian Bisa Ganggu Daya Ingat, tapi Tidak Sebabkan Demensia Mendes Puji Jaga Desa, Lindungi Kades dari Oknum Ganggu Pembangunan Desa Australia-Jepang Teken Kesepakatan Kapal Perang Senilai Rp119 Triliun