AS Izinkan Maskapai Domestik Terbang ke Afghanistan

Kamis, 19/08/2021 10:38 WIB

Washington, Jurnas.com - Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengizinkan maskapai penerbangan domestik dan pilot sipil, terbang ke Kabul, Afghanistan, untuk melakukan penerbangan evakuasi atau bantuan, jika telah mendapatkan persetujuan Departemen Pertahanan AS.

Dalam pernyataannya, FAA mengatakan bahwa tanpa persetujuan maskapai AS tidak dapat terbang di atas wilayah udara Afghanistan atau terbang ke Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul. FAA beralasan "kurangnya layanan kontrol lalu lintas udara di ketinggian."

"Tanpa persetujuan sebelumnya, penumpang dan maskapai penerbangan AS dilarang terbang di atas Afghanistan," kata FAA dikutip dari Reuters pada Kamis (19/8). Dia menambahkan, aturan ini tidak berlaku untuk penerbangan yang dioperasikan Departemen Pertahanan.

Sebagaimana diketahui, FAA mengeluarkan "Pemberitahuan untuk Penerbang" baru pada Rabu (18/8) malam, yang melarang penerbangan di atas Afghanistan tanpa persetujuan sebelumnya, dengan alasan risiko "yang ditimbulkan oleh aktivitas ekstremis/militan, kemampuan mitigasi risiko terbatas, dan gangguan pada layanan lalu lintas udara."

Salah seorang juru bicara Pentagon mengatakan kepada wartawan pada Senin lalu, bahwa militer AS telah mengambil alih kendali lalu lintas udara di bandara Kabul.

United Airlines pada Minggu malam pekan lalu mengubah rute beberapa penerbangan AS ke India, untuk menghindari wilayah udara Afghanistan setelah gerilyawan menguasai istana presiden di Kabul.

Pada akhir Juli, FAA mengeluarkan pembatasan baru pada operasi udara AS di Afghanistan, dengan mengatakan penerbangan yang beroperasi di bawah 26.000 kaki dilarang di hampir seluruh Afghanistan, kecuali beroperasi di dalam dan di luar Kabul, dengan alasan risiko "yang ditimbulkan oleh aktivitas ekstremis/militan."

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya