Rabu, 11/08/2021 19:55 WIB
New Delhi, Jurnas.com - India sedang dalam pembicaraan untuk membeli 50 juta dosis vaksin Pfizer dan BioNTech. Demikian laporan Wall Street Journal yang mengutip sejumlah pejabat anonim.
Namun Pfizer dan Kementerian Kesehatan India belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters pada Rabu (11/8).
Produsen obat asal Amerika Serikat (AS) dan Jerman tersebut juga belum meminta izin untuk penggunaan vaksinnya di India.
India yang meluncurkan salah satu program vaksinasi terbesar di dunia awal tahun ini, sangat bergantung pada vaksin AstraZeneca yang diproduksi oleh Serum Institute of India, dan vaksin buatan sendiri yang diproduksi oleh Bharat Biotech.
Banyak Maskapai Tercekik, India Pangkas Tarif Operasional Bandara
India Kian Dekat Bisa Produksi Bahan Nuklir di dalam Negeri
Modi Tenangkan Rakyat India, Pastikan Stok Gas Aman
Pihak berwenang juga sedang dalam tahap negosiasi lanjutan dengan Johnson & Johnson, yang memiliki kesepakatan dengan Biological E. Ltd yang berbasis di India, untuk memproduksi sebanyak 600 juta dosis mulai bulan ini.
Pekan lalu, India juga menyetujui vaksin sekali pakai J&J untuk penggunaan darurat, untuk menambah jumlah vaksin AstraZeneca, Bharat Biotech.
Keyword : India Vaksin Pfizer Vaksinasi Covid-19