Selasa, 20/07/2021 17:38 WIB
Beijing, Jurnas.com - China mengatakan pada Selasa (20/7) tuduhan yang dibuat oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya bahwa pemerintah China telah melakukan kampanye peretasan dunia maya global tidak beralasan.
Disadur dari Retuers, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan tuduhan itu bermotif politik dan AS tidak memberikan cukup bukti.
AS dan sekutunya menuduh China pada Senin melakukan kampanye spionase dunia maya, mengumpulkan koalisi negara-negara yang luar biasa luas untuk secara terbuka menyebut Beijing melakukan peretasan.
Dalam komentar yang bisa memperburuk hubungan Washington dan Beijing, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken juga menuduh China berada di balik peretasan besar-besaran Microsoft yang diungkapkan pada Maret.
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Trump: Satu-satunya yang Memutuskan Gencatan Senjata Adalah Saya
10 Poin Tuntutan Iran ke Amerika Serikat untuk Akhiri Konflik
Menurutnya, tindakan itu adalah bagian dari pola perilaku yang tidak bertanggung jawab, mengganggu, dan tidak stabil di dunia maya, yang menimbulkan ancaman besar bagi keamanan ekonomi dan nasional AS.
"Kementerian Keamanan Negara China (MSS) mengembangkan ekosistem peretas kontrak kriminal yang melakukan aktivitas yang disponsori negara dan kejahatan dunia maya untuk keuntungan finansial mereka sendiri," kata Blinken dalam sebuah pernyataan melansir AFP.
Departemen Kehakiman AS mengatakan empat warga negara China telah didakwa meretas komputer lusinan perusahaan, universitas dan badan pemerintah di AS dan luar negeri antara 2011 dan 2018.
"Sesuai bukti dari dakwaan tiga petugas MSS dan salah satu peretas kontrak mereka yang dipublikasikan Departemen Kehakiman hari ini, AS akan menjatuhkan konsekuensi pada pelaku siber jahat atas perilaku tidak bertanggung jawab mereka di dunia maya," kata Blinken.
Seorang pejabat senior AS mengatakan, Gedung Putih, Uni Eropa, Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, Jepang, dan NATO bersatu melawan ancaman itu.
Keyword : Amerika SerikatAncaman China