Minggu, 07/06/2026 23:35 WIB
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan tidak akan mencairkan aset Iran ataupun mencabut sanksi, sebelum kesepakatan damai tercapai.
Dalam wawancara bersama NBC News, Trump menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut baru akan dipertimbangkan setelah kesepakatan benar-benar rampung.
"Itu dilakukan setelahnya. Ya, jika mereka bersikap baik, jika mereka bekerja dengan baik, kita mulai berbicara. Ya," ujar Trump dikutip dari Reuters pada Minggu (7/6).
Trump juga menyampaikan bahwa dirinya tidak menuntut Lebanon untuk menjadi bagian dari kesepakatan jangka pendek dengan Teheran. "Saya rasa mereka ingin melihat hal itu terjadi, tetapi saya tidak menuntutnya," dia menambahkan.
Militer AS Kembali Tembak Jatuh Dua Drone Iran
Arab Saudi Kecam Serangan Militer Israel Ke Lebanon
Iran Kecam IAEA, Anggap Laporan Nuklir Alat Tekanan Politik
Pasukan AS dan Israel mulai melancarkan serangan ke Iran sejak 28 Februari lalu. Pemerintahan Trump berupaya merundingkan potensi kesepakatan damai selama beberapa minggu terakhir.
"Kita sudah sangat dekat dengan kesepakatan, atau saya akan menghancurkan mereka habis-habisan," kata Trump.
Selain itu, Trump menyatakan kesediaannya untuk berbicara langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Ayatollah Khamenei belum terlihat lagi di publik sejak terluka akibat serangan AS di awal konflik.
"Saya tidak ingin mengatakan apakah saya tahu di mana dia berada atau tidak, tetapi ada kemungkinan besar bahwa saya mengetahuinya," ucap dia.
Sementara itu, para pejabat tinggi di pemerintahan Trump, termasuk Sekretaris Negara Marco Rubio, bersikeras bahwa kesepakatan gencatan senjata sementara tetap bertahan meskipun ada serangan terbaru dari AS ke Iran. Rubio menyampaikan kepada para anggota parlemen pekan lalu bahwa tindakan-tindakan militer tersebut merupakan langkah defensif.