Minggu, 07/06/2026 23:43 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan menyentuh tentang nilai keteguhan hati dan sikap sopan santun saat memberikan arahan kepada siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026).
Presiden Prabowo bahkan sempat membagikan pengalaman pribadinya yang sering menerima ejekan ketika menanggapi kisah inspiratif salah seorang siswa bernama Bagus yang menceritakan pengalamannya menghadapi perundungan atau bullying sebelum bergabung di Sekolah Rakyat.
"Jangankan kamu, saya sering diejek, sampai sekarang Presiden pun sering diejek, gak apa-apa. Yang penting hatimu teguh. Hati kita baik. Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun," kata Presiden Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Bagus berbagi pengalaman sebelum dan setelah menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat. Sebelum masuk Sekolah Rakyat, dia mengaku sering mendapatkan perundungan dari teman-temannya saat SD, yang membuatnya cukup trauma dan tidak percaya diri.
Disukan Mundur dari Jabatan Menkeu, Purbaya: Ikut Perintah Bapak Presiden
Arahan Prabowo, Wamenhaj Salurkan Daging Dam Jemaah RI ke Palestina
Komisi V Tekankan Pengawasan Intensif Pembangunan Sekolah Rakyat
Namun di Sekolah Rakyat, trauma itu hilang dan berganti menjadi harapan. Bahkan kini Bagus berani berbicara di hadapan Presiden, dan diberikan kesempatan menjadi anggota Duta Anti Bullying di SRMP 17 Tabanan.
"Saya harap dengan gelar ini, saya dapat untuk mencegah bullying di Sekolah ini, dan dapat menjaga teman-teman saya agar tidak merasakan hal yang saya rasakan sebelumnya," ujar Bagus seraya memeluk ibunya.
Suasana semakin hangat, ketika Presiden Prabowo beranjak dari tempat duduknya, kemudian menghampiri Bagus serta memeluknya.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dirinya senang dengan perkembangan Sekolah Rakyat. "Saya gembira melihat perkembangan Sekolah Rakyat, tentunya usaha masih sangat besar, karena yang butuh sekolah ini ternyata banyak," katanya.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam sambutannya menyampaikan tiga hal yang tidak boleh terjadi di Sekolah Rakyat, yakni perundungan atau bullying, kekerasan fisik atau seksual, dan intoleransi.
"Ini dilarang keras, pelakunya akan kita tindak tegas, dan pada saat itu pula akan kita berhentikan," kata Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan saat ini tengah berlangsung pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di 93 titik lokasi Seluruh Indonesia. Salah satunya di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.
Gedung Sekolah Rakyat yang ada saat ini dialokasikan untuk 270 siswa baru, namun calon siswa yang terjangkau ternyata lebih dari 400 orang.
"Sekarang sudah lebih dari 400 peserta yang terjangkau, untuk SMP dan SMA sudah melebihi kapasitas dan alokasi, sementara yang SD sedang berproses," pungkasnya. (*)