Perempuan AS Geram Donald Trump Akan Batasi Kontrasepsi

Sabtu, 12/11/2016 14:30 WIB

Amerika Serikat - Sejumlah wanita di Amerika Serikat khawatir dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat menggantikan Barrack Obama. Pasalnya, pernyataan Donald Trump ketika berkampanye bahwa wanita yang ketahuan melakukan aborsi akan diberi sangsi, serta pembatasan akses KB dan peredaran alat kontrasepsi menimbulkan sejumlah kemarahan.

Sementara itu, berbagai organisasi yang berkerja pada layanan kesehatan dan kontrasepsi, mendesak pemerintah agar wanita tetap mendapatkan layananan tersebut. Bahkan, salah satu organisasi kesehatan setempat mengaku telah menerima pesanan alat kontrasepsi dalam jumlah besar, merunut kepada kekhawatiran mereka atas kampanye Trump.

"Sejak pemilu, kami menerima banyak pertanyaan terkait kesehatan, kelahiran, dan perawatankesehatan yang terjangkau,” ujar Kepala Medis di Planned Parenthood Federation of America, Raegan McDonald-Mosley kepada Independent.

Pernyataan Trump dalam pembatasan alat kontrasepsi telah menimbulkan respon yang beragam. Saat berkampanye di awal tahun ini, Presiden dari Partai Republik tersebut menyebut akan memberikan hukuman khusus bagi wanita yang diketahui melakukan aborsi.

Namun Trump kembali berkelit saat kembali melontarkan pernyataan bahwa aborsi juga tetap berlaku untuk kasus pemerkosaan, inses atau keadaan di mana sang ibu dalam kondisi berbahaya atas kelahiran anak.

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya