Rabu, 14/07/2021 08:08 WIB
Jakarta, Jurnas.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid alias Gus Jazil mengingatkan pentingnya pendekatan spiritual di tengah kasus Pandemi Covid-19 dengan varian Delta yang semakin menggila.
Selain ikhtiar lahir berupa taat protokol kesehatan, kata Gus Jazil hal yang lebih penting adalah ikhtiar dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
”Hari ini tidak bisa dipisah-pisahkan lagi, semua menghadapi ujian yang sama, semua harus mendekat kepada Allah SWT. Semua harus berdoa tanpa kecuali, termasuk anggota DPR, Presiden," ujar Gus Jazil saat memberikan sambutan pada acara Doa Bersama dan Mujahadah Al Asma’ul Husna Melawan Corona” yang digelar Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) secara virtual, Selasa malam (13/7/2021).
Ia juga mengingatkan bahwa covid ini merenggut banyak korban. Anggota DPR pun sudah lebih dari lima orang yang meninggal dunia. "Tidak ada satupun yang mampu melampaui itu kecuali dengan izin Allah SWT,” tegasnya.
Legislator PKB Harapkan Apple Perluas Investasi di Indonesia
PKB Sebut UU PPRT Sebagai Tonggak Sejarah Perlindungan HAM di Indonesia
Legislator PKB: Kenaikan BBM Nonsubsidi Jangan Sampai Ganggu Harga Sembako
Dikatakan Gus Jazil, dalam kondisi sekarang ini, semua orang mengeluh mengalami kesulitan. Termasuk para guru diniyah, artis, khatib atau penceramah, pedagang, guru, PNS, termasuk tenaga medis.
”Dokter juga mengalami kesulitan, semua termasuk juga yang ada korelasinya dengan FKDT, lebih dari 600 ulama meninggalkan kita. Tentu ini bencana keilmuan,” tuturnya.
Karena itu, Gus Jazil yang juga Ketua IKA Alumni Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta ini mengapresiasi kegiatan doa bersama yang digelar FKDT dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Bagi Gus Jazil, kebijakan Pemerintah memberlakukan PPKM Darurat dengan menutup semua aktivitas adalah sebuah ikhtiar. Tapi yang harus diingat juga, mudah-mudahan hati kita tentang kebenaran dan spiritualitas tidak tertutup oleh pandemi.
Gus Jazil menuturkan, banyak pihak yang protes ketika Pemerintah mengambil kebijakan untuk tidak menggelar ibadah haji tahun ini karena dari pihak Pemerintah Arab Saudi juga tidak mengizinkan. Bahkan elaksanaan salat Idul Adha juga ditiadakan.
”Semua itu untuk keselamatan jiwa kita. Sebab, ada qaidah, ‘dar’ul mafasid muqoddam ala jalbil masholih’. Menjauhi kerusakan itu harus lebih diutamakan daripada memperoleh kemaslahatan. Saya mengapresiasi apalagi yang dibaca Asmaul Husna,” katanya.
Gus Jazil mengatakan, pandemi Covid-19 ini adalah bagian dari penampakan sifat Allah. Karena itu, ketika mendapatkan musibah seperti saat ini, selain terus melakukan ikhtiar, hal yang juga harus dikedepankan adalah bersabar dalam menghadapi keadaan yang sulit ini.
”Kita sedang dalam keadaan krisis. Pengangguran meningkat, ekonomi menurun. Mudah-mudahan kita lolos dari kesulitan. Pendekatan yang dipakai pendekatan kesehatan dengan memenuhi fasilitas-fasilitas kesehatan. Kedua pendekatan ekonomi. Tapi keduanya belum sampai ada hasilnya. Ketiga yang lebih adalah pendekatan keagamaan karena kita adalah bangsa yang berketuhanan. Kita ini hamba Allah maka perilaku kita harus sesuai dengan citra Allah. Hendaklah kita berakhlaq dengan akhlaq Allah SWT,” tuturnya.
Gus Jazil yang juga Wakil Ketua MPR-RI mengetahui betul kesulitan para guru diniyah. Ia pun menyampaikan aspirasi para guru agar pemerintah memberikan perhatian kepada mereka di tengah berbagai kesulitan yang mereka hadapi.
Kata Gus Jazil, sudah ada skema bantuan, tetapi ekonomi tak bergerak sehingga pemasukan tidak ada. Inilah yang menjadi kekhawatiran kalau pandemi tak kunjung selesai.
"Tapi ini semua takdir Allah yang harus kita hadapi dengan penuh kesabaran. Mudah-mudahan kita semua ditempatkan pada takdir Allah yang lebih baik,” ungkapnya.
Sebagai insan, Gus Jazil mengaku sangat bersedih karena setiap hari selalu mendapatkan kabar duka. Mendengar nama-nama teman, para tokoh, sejawat setiap hari mengucapkan ‘innalillahi wainnailaihi rojiun’.
Adapun kepada yang sehat, Gus Jazil berpesan agar semua terhindar dari bencana ini, diberikan kesehatan. Hadapi keadaan ini dengan penuh kesabaran dan keimanan sebagai orang yang betul-betul mengaku sebagai hamba Allah yang mengamalkan Asmaul Husna yang harus menempel di hati kita.
Terakhir, ia mengajak masyarakat, khususnya umat Islam agar bersama-sama dapat menyelami sifat-sifat Allah yang mulia di dalam kandungan Asma’ul Husna.
"Di situ kita berdoa, di situ kita akan hidup, dan di situ kita akan dimatikan serta dihidupkan kembali,” pungkas Gus Jazil.