Senin, 28/06/2021 08:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar membahas Socio-technopreneurship saat bertemu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno pada Minggu, 27 Juni 2021.
"Sociotechnopreneurship. Seharian diskusi dengan Prof Pratikno Mensekneg; upaya mengatasi masalah sosial dengan teknologi dan kewirausahaan," kata Gus Muhaimin di laman sosial pribadinya.
Socio-technopreneur yang dimaksudkan Gus Muhaimin adalah entrepreneur berbasis teknologi yang berjiwa sosial, saling membantu, saling bekerja sama, saling silahturahim dan kaya akan soft skill.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan, gagasan socio-technopreneur cocok dengan karakter warga Nahdlatul Ulama (NU), di mana mayoritas di antaranya adalah kaum santri.
Legislator PKB Harapkan Apple Perluas Investasi di Indonesia
PKB Sebut UU PPRT Sebagai Tonggak Sejarah Perlindungan HAM di Indonesia
Legislator PKB: Kenaikan BBM Nonsubsidi Jangan Sampai Ganggu Harga Sembako
Seorang socio-technopreneur biasa menjalankan bisnisnya bukan hanya bertujuan memperoleh revenue dan profit semata dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, tapi juga ada aksi kemanusiaan di dalamnya.
Karena itu momentum satu abad NU yang jatuh pada tahun 2026 dalam kalender masehi sangat tepat untuk menumbuhkembangkan semangat socio-technopreneur setiap warga NU.
"Memajukan NU satu abad melalui pendidikan dan kewirausahaan," tuntas Gus Muhaimin.
Keyword : Gus Muhaimin PKB Pratikno Socio-technopreneur