Sabtu, 12/06/2021 16:20 WIB
Kuala Lumpur, Jurnas.com - Malaysia diperkirakan akan menghabiskan 8 miliar ringgit (US$1,95 miliar) untuk subsidi bahan bakar dan minyak goreng tahun ini. Angka ini lebih dari dua kali lipat dari 3,78 miliar ringgit yang semula dialokasikan.
Pengumuman itu muncul ketika Malaysia berupaya meningkatkan langkah-langkah bantuan publik di tengah penguncian virus corona baru yang diberlakukan bulan ini.
"Biaya subsidi bahan bakar dan minyak goreng eceran ditetapkan meningkat tajam karena kenaikan harga komoditas global," kata Menteri Keuangan Malaysia, Tengku Zafrul Abdul Aziz dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (12/9).
"Pemerintah siap menanggung belanja subsidi yang lebih tinggi untuk menjaga kesejahteraan rakyat dan kelangsungan usaha, terutama bagi pedagang kecil,” kata Tengku Zafrul.
Imbas Konflik Timteng, Biaya Bahan Bakar Maskapai AS Melonjak 78 Persen
Yaman Minta Saudi Pasok Bahan Bakar Atasi Krisis Listrik
JCBC ke-17, Indonesia dan Malaysia Bahas Penguatan Ekonomi-Perlindungan WNI
Pemerintah menghabiskan 6,32 miliar ringgit dan 2,16 miliar ringgit untuk subsidi masing-masing pada 2019 dan 2020, katanya.
Bulan lalu, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengumumkan paket stimulus tambahan senilai US$9,7 miliar, menjelang putaran terakhir penguncian.
Infeksi harian dan kematian di negara Asia Tenggara itu naik ke level rekor pada Mei, meskipun kasus telah menurun dalam beberapa hari terakhir.
Pada Sabtu, Malaysia melaporkan 5.793 kasus baru, sehingga total infeksi menjadi 652.204. Kematian mencapai 3.768 pada hari Jumat. (Reuters)
Keyword : Subsidi Bahan BakarMalaysiaBahan Bakar