Kamis, 03/06/2021 16:48 WIB
Bengaluru, Jurnas.com - Pemerintah India mengatakan pada Kamis (3/6), pihaknya telah menandatangani kesepakatan dengan pembuat vaksin domestik Biological-E untuk 300 juta dosis vaksin COVID-19 seharga 15 miliar rupee (US$205,62 juta).
Vaksin, yang saat ini sedang menjalani uji klinis fase-3, kemungkinan akan tersedia dalam beberapa bulan ke depan, kata kementerian kesehatan dalam sebuah pernyataan.
Biological-E, yang juga memiliki kesepakatan terpisah untuk memproduksi sekitar 600 juta dosis suntikan COVID-19 Johnson & Johnson setiap tahun, mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya menandatangani perjanjian lisensi dengan Providence Therapeutics Holdings untuk memproduksi vaksin mRNA COVID-19 perusahaan Kanada di India.
Biological-E akan menjalankan uji klinis vaksin Providence di India dan meminta persetujuan penggunaan darurat.
Banyak Maskapai Tercekik, India Pangkas Tarif Operasional Bandara
India Kian Dekat Bisa Produksi Bahan Nuklir di dalam Negeri
Modi Tenangkan Rakyat India, Pastikan Stok Gas Aman
India, negara terpadat kedua di dunia telah menderita gelombang kedua bencana yang baru saja mereda.
Pakar kesehatan India perlu melakukan vaksinasi massal terhadap 1,3 miliar penduduknya untuk mengurangi dampak gelombang berikutnya.
Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi telah menuai kritik karena peluncuran vaksin yang lambat meskipun India adalah salah satu produsen dosis terbesar di dunia.
Sebelumnya pada bulan Mei, Direktur Pelaksana Biological-E Mahima Datla mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan berencana untuk memproduksi 75 juta hingga 80 juta dosis per bulan mulai Agustus. (Reuters)
Keyword : IndiaBiological-EVaksin COVID-19