Rabu, 02/06/2021 19:08 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Partai NasDem masih bungkam terkait kadernya, Connie Rahakundini Bakrie yang bicara isu pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) senilai Rp1.760 triliun.
Hingga berita ini diturunkan, Wakil Ketua Umum DPP NasDem, Ahmad Ali maupun Ketua DPP NasDem, Willy Aditya, tidak merespons tentang status Connie di partai besutan Surya Paloh itu.
Kedua juga tidak menjawab ketika ditanya tentang dugaan adanya pesanan di balik tudingan mafia alutsista yang disampaikan Connie.
Connie sebelumnya membongkar tentang dugaan adanya mafia alutsista di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) oleh Mr. M. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, belakangan memintanya melapor ataupun terbuka soal sosok itu.
Saan: RUU Perampasan Aset Terus Digodok, Semua Pihak Dilibatkan
Siswi Korban MBG Karo Alami Gangguan Ingatan, DPR Minta Audit Total SPPG
293 Santri Keracunan MBG, BGN Diminta Audit Nasional Seluruh SPPG
Di sisi lain, Connie diketahui menjadi kader NasDem. Dia pun diketahui diplot sebagai Anggota Dewan Pakar DPP NasDem.
Sementara itu, Aktivis Petisi 28, Haris Rusly Moti, mempersoalkan objektivitas pernyataan pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie tentang mafia alutsista. Sebab, Connie kerap ikut terlibat dalam pengadaan tersebut.
Melalui akun Twitter @motizenchannel, Moti berpendapat, hal lumrah bila publik nyoroti pemerintahan, termasuk belanja alutsista. Namun, menjadi permasalahan jika Connie yang juga bermain dalam pengadaan alutsista ikut berkomentar.
"Sobat, sah-sah saja publik mengawasi pemerintahan, termasuk mengawasi belanja Alutsista. Masalahnya jika Connie Rahakundini yang juga pemain Alutsista komentari mafia Alutsista," kicaunya, Sabtu (29/5/2021) malam.
Imbasnya, sambung mantan aktivis 98 itu, masyarakat meragukan kebenaran pernyataan Connie. Alasannya, publik akan berpendapat, isu ini digulirkan lantaran dia tidak mendapatkan proyek alutsista.
"Publik nilai negatif, kredibilitas datanya diragukan. Dianggap karena enggak dapat bagian, lalu bikin ramai," cuit Moti.