Rabu, 02/11/2016 12:46 WIB
Jakarta - Presiden ke enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut intelijen telah menebar fitnah kepada salah satu partai politik terkait rencana demo besar-besaran sejumlah Ormas Islam pada Jumat (4/11).
Menurutnya, informasi yang diberikan intelijen tersebut telah menghina rakyat yang hendak menuntut keadilan hukum di tanah air. "Pertama, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Kedua, (intelijen) menghina rakyat bukan kelompok bayaran," kata SBY, dalam jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Rabu (2/11).
Berbagai Amalan yang Bisa Mendapatkan Syafaat Nabi Muhammad
4 Golongan yang Mendapatkan Minum dari Telaga Kautsar di Akhirat
Hari Kesadaran Sindrom Alkohol Janin Sedunia, Ini Sejarah dan Maknanya